Ekonomi Zona Euro Tumbuh 0,4% di Kuartal I-2018

Angga Bratadharma    •    Kamis, 17 May 2018 11:02 WIB
ekonomi eropaeropauni eropazona euro
Ekonomi Zona Euro Tumbuh 0,4% di Kuartal I-2018
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Brussels: Ekonomi zona euro tercatat tumbuh sebesar 0,4 persen pada kuartal I-2018 atau lebih baik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, menurut perkiraan kedua dari badan statistik Uni Eropa. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan perkiraan awal yang dirilis dua minggu lalu.

Mengutip Xinhua, Kamis, 17 Mei 2018, pada kuartal IV-2017, Produk Domestik Bruto (PDB) Zona Euro telah tumbuh sebesar 0,7 persen di kawasan euro. Pada basis tahunan, PDB kuartal pertama telah tumbuh sebanyak 2,5 persen dan diharapkan pertumbuhan ini bisa terus membaik di masa mendatang.

"Kami pikir perlambatan pertumbuhan PDB zona euro di kuartal pertama sebagian besar mencerminkan efek sementara. Jadi kami tetap optimistis ekonomi akan berkinerja lebih baik selama sisa tahun ini," kata Ekonom Eropa Capital Economics Jack Allen.

Allen mengatakan sebagian besar data nasional menunjukkan pertumbuhan ekonomi didorong oleh investasi, sementara pengeluaran rumah tangga melambat dan perdagangan bersih menjadi hambatan. "Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2,3 persen di sepanjang tahun ini, lalu 2,0 persen pada 2019, dan 1,7 persen pada 2020," kata Allen.



Di sisi lain, tingkat inflasi tahunan zona euro mencapai 1,2 persen pada April 2018, turun dibandingkan dengan posisi 1,3 persen pada Maret, menurut pembacaan akhir yang dirilis oleh Eurostat. Inflasi jauh di bawah target dua persen Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) dan pelambatan terutama karena kemiringan inflasi layanan.

Inflasi inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang mudah menguap turun 0,3 poin persentase menjadi 0,7 persen. Analis mengatakan kejutan utama dalam data inti adalah inflasi barang non-energi yang lamban, yang naik ke 0,3 persen dari 0,2 persen pada Maret.

Kontribusi tertinggi untuk tingkat inflasi di kawasan euro tahunan berasal dari makanan, alkohol, dan tembakau dengan 0,47 poin persentase, diikuti oleh layanan dengan 0,45 poin persentase, energi dengan 0,25 poin persentase, dan barang industri non-energi 0,07 poin persentase.

 


(ABD)