Wall Street Berakhir Bervariasi

Angga Bratadharma    •    Selasa, 11 Sep 2018 07:06 WIB
wall street
Wall Street Berakhir Bervariasi
Ilustrasi (Jin Lee/Bloomberg)

New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena saham teknologi mencoba untuk pulih dari penurunan tajam pekan lalu. Di sisi lain, investor masih mencermati kelanjutan perang dagang yang dilakukan Amerika Serikat dengan mitra dagang utamanya karena membebani pasar saham.

Mengutip Xinhua, Selasa, 11 September 2018, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 59,47 poin atau 0,23 persen menjadi 25.857,07. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 5,45 poin atau 0,19 persen menjadi 2.877,13. Indeks Nasdaq Composite naik 21,62 poin atau 0,27 persen menjadi 7.924,16.

Nike dan Home Depot termasuk di antara para pemenang di indeks Dow Jones. Saham kedua perusahaan naik lebih dari dua persen pada penutupan. UnitedHealth dan Boeing berkinerja buruk, dengan saham perusahaan masing-masing meluncur 3,19 persen dan 2,12 persen.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan utilitas dan real estate memimpin kenaikan. Sektor teknologi naik lebih dari 0,3 persen. Nasdaq yang terlalu banyak menghasilkan teknologi kehilangan empat hari beruntun, didukung oleh saham reli Tesla. Saham pembuat kendaraan listrik AS naik 8,46 persen pada penutupan pasar.



Kekhawatiran tentang ketegangan perdagangan global berlarut-larut, membatasi perolehan pasar, para ahli mencatat. Saham AS jatuh pada pekan yang berakhir 7 September, karena pasar terpukul oleh penjualan teknologi di tengah kekhawatiran perdagangan.

Sementara itu, Amerika Serikat menciptakan sebanyak 201 ribu pekerjaan baru pada Agustus, menjaga tingkat pengangguran terendah 18 tahun di angka 3,9 persen, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan. Laporan ini tentu memberikan pengaruh terhadap pandangan the Fed untuk menyesuaikan tingkat suku bunga acuan.

Laporan pekerjaan yang kuat dipandang mendukung niat Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga setidaknya sekali lagi pada September, yang sudah diperkirakan. Tidak ditampik, keputusan the Fed untuk menaikkan suku bunga memberikan efek terhadap pergerakan instrumen investasi lainnya, termasuk logam mulia dan pasar saham.

 


(ABD)