Turki Siap Ambil Langkah Baru di Tengah Pelemahan Lira

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 15 Sep 2018 15:02 WIB
turkikrisis turki
Turki Siap Ambil Langkah Baru di Tengah Pelemahan Lira
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (AFP PHOTO/ADEM ALTAN)

Istanbul: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan Turki akan mengambil langkah-langkah baru untuk menghadapi pelemahan mata uang lira. Selain itu, Turki tidak akan menahan diri dari langkah-langkah yang sulit meski tetap dalam aturan ekonomi di pasar bebas.

Dalam sebuah pidato untuk konfederasi pedagang di Ankara, Erdogan mengatakan, tidak ada yang harus melakukan bisnis dalam mata uang asing selain dari eksportir dan importir. Sebelumnya, ia memutuskan, penjualan properti dan perjanjian sewa harus dilakukan di lira, mengakhiri transaksi dalam mata uang asing.

Mengutip CNBC, Sabtu, 15 September 2018, lebih lanjut, Erdogan menegaskan bahwa kebijakan bank sentral Turki bersifat independen dan keputusan tingkat suku bunga acuan dilakukan sendiri oleh bank sentral Tiongkok. Meski demikian, sikapnya terhadap biaya pinjaman tinggi tetap tidak berubah.

Sebelum keputusan penting oleh bank sentral mengenai suku bunga, Erdogan, yang menyatakan diri sebagai musuh suku bunga tinggi, terus mengkritik bank swasta yang beberapanya mengatakan telah meningkatkan suku bunga mereka hingga 50 persen. Di sisi lain, Erdogan mengatakan sektor keuangan harus membantu sektor swasta dengan merestrukturisasi utang.



Sementara itu, pejabat Turki mengatakan Qatar telah menjanjikan investasi senilai USD15 miliar berupa investasi langsung untuk Turki yang saat ini sedang berjuang dengan krisis mata uang. Sejauh ini, Pemerintah Turki terus melakukan berbagai macam upaya dalam rangka menstabilkan pelemahan mata uang lira terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Pejabat dari Kantor Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan janji itu dibuat oleh Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, yang bertemu dengan pemimpin Turki. Para pejabat memberikan informasi hanya pada kondisi anonimitas, sesuai dengan peraturan pemerintah. Mereka tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang sifat investasi.

"Selama pertemuan, Erdogan dan Al Thani juga menyatakan tekad mereka untuk mengembangkan hubungan antara negara mereka di semua area," menurut pejabat tersebut.

Turki dan Qatar telah menjalin hubungan erat selama bertahun-tahun, di mana Ankara mendukung Doha selama kebuntuan tahun lalu dengan negara-negara Teluk lainnya, termasuk mengirim pasukan ke pangkalan Turki di sana. Keduanya terus menjalin hubungan dengan harapan saling memberikan keuntungan.

 


(ABD)


Kemenkeu Masih Tunggu Proposal Baru Investor Merpati

Kemenkeu Masih Tunggu Proposal Baru Investor Merpati

47 minutes Ago

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menunggu proposal baru dari calon investor yang akan meny…

BERITA LAINNYA