Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Buat Wall Street Berakhir Tertekan

   •    Rabu, 16 May 2018 07:00 WIB
wall street
Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Buat Wall Street Berakhir Tertekan
Ilustrasi (Drew Angerer/AFP)

New York: Saham-saham di Wall Street berakhir melemah atau harus tertekan pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Hal itu terjadi lantaran imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) bertenor 10 tahun yang dipantau cermat mencapai level tertinggi baru.

Mengutip Antara, Rabu, 16 Mei 2018, indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 193 poin atau 0,78 persen, menjadi ditutup di 24.706,41 poin. Indeks S&P 500 merosot 18,68 poin atau 0,68 persen, menjadi berakhir di 2.711,45 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 59,69 poin atau 0,81 persen, menjadi 7.351,63 poin.

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun yang menjadi acuan mencapai 3,09 persen pada Selasa 15 Mei, level tertinggi sejak 2011. Imbal hasil baru-baru ini telah melonjak karena tanda-tanda meningkatnya inflasi yang memicu spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga lebih banyak tahun ini.



Probabilitas bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga acuannya untuk keempat kalinya tahun ini naik di atas 50 persen untuk pertama kalinya, menurut alat pelacakan FedWatch CME untuk pasar berjangka fed funds.

Para analis mengatakan investor juga khawatir biaya pinjaman yang meningkat dapat memperlambat ekonomi. Pergerakan dalam imbal hasil di atas 2,9 persen awal tahun ini memicu koreksi untuk pasar ekuitas AS.

Di bidang ekonomi, perkiraan awal penjualan ritel dan jasa-jasa makanan AS untuk April mencapai USD497,6 miliar atau meningkat 0,3 persen dari bulan sebelumnya, sejalan dengan ekspektasi pasar, kata Departemen Perdagangan AS.

 


(ABD)