Wells Fargo Minta Pengadilan AS Berhentikan Proses Hukum

Angga Bratadharma    •    Jumat, 25 Nov 2016 12:22 WIB
perbankan
Wells Fargo Minta Pengadilan AS Berhentikan Proses Hukum
Logo Wells Fargo di Chicago, Amerika Serikat (REUTERS/Jim Muda)

Metrotvnews.com, New York: Wells Fargo & Co (WFC.N) telah meminta kepada pengadilan Amerika Serikat (AS) agar menyampaikan pesan kepada para nasabah yang menggugat Wells Fargo atas pembukaan rekening yang tidak sah untuk menyelesaikan perselisihan mereka dalam arbitrase pribadi bukan melalui pengadilan.

Ajuan itu diserahkan ke Pengadilan Distrik AS di Utah untuk menanggapi gugatan pertama terhadap Wells Fargo terkait pembukaan rekening sebanyak dua juta tanpa mendapatkan izin dan sepengetahuan dari para nasabah. Tentu hal itu memberikan kerugian tersendiri dari para nasabah.

Skandal tersebut telah mengguncang bisnis Wells Fargo, yang merupakan bank terbesar ketiga AS dari segi aset. Bahkan, Chief Executive Officer Wells Fargo John Stumpf mengundurkan diri di tengah kehebohan skandal itu, dan telah membuat Wells Fargo harus diawasi secara ketat serta reputasinya rusak.

Baca: Wells Fargo Tunggu Langkah Pemegang Saham Selesaikan Masalah

"Kami sedih meski Wells Fargo di dalam iklannya berjanji untuk membuat sesuatu yang benar. Tapi, Wells Fargo sudah memilih untuk menyakiti pelanggan mereka," kata Pengacara Penggugat Zane Christensen, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (25/11/2016).


Logo Wells Fargo (REUTERS/Mike Blake)

Langlah arbitrase itu datang dari Wells Fargo sejalan dengan upaya meluncurkan iklan guna memenangkan kembali loyalitas para nasabah usai terjadi skandal. Tidak ditampik, skandal tersebut memberikan pukulan yang cukup terhadap bisnis Wells Fargo.

Sebelumnya, Wells Fargo & Co berada di bawah api terkait taktik penjualannya menyatakan bahwa biaya ligitasi bisa mengalami kenaikan hingga sebesar USD1,7 miliar. Wells Fargo & Co memiliki dana tersebut atau lebih dari jumlah yang sudah ditentukan untuk dialokasikan.

Baca: Wells Fargo Siap Selesaikan Masalah Skandal Bisnis

San Francisco Bank mengatakan pada Agustus bahwa biaya litigasi bisa melebihi ketentuan sebesar USD1 miliar. Selain itu, Wells Fargo mengungkapkan pada Kamis bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) sedang menyelidiki praktik penjualan.

 


(ABD)