BoJ Diperkirakan Pangkas Target Inflasi

Angga Bratadharma    •    Kamis, 13 Oct 2016 17:30 WIB
ekonomi jepang
BoJ Diperkirakan Pangkas Target Inflasi
Pria berjalan menuju Gedung Bank of Japan (BoJ) di Tokyo, Jepang (REUTERS/Toru Hanai)

Metrotvnews.com, New York: Bank of Japan (BoJ) kemungkinan akan sedikit memangkas tingkat inflasi tahunan pada tahun fiskal berikutnya di kajian atau ulasan ulang kuartalan. Namun, langkah itu tidak akan dilakukan dalam waktu dekat setelah bank sentral Jepang bulan lalu mengubah kerangka kebijakan.

Banyak pembuat kebijakan bank sentral melihat adanya sedikit kebutuhan untuk memperluas ekspansi stimulus dalam waktu dekat ini, termasuk di dua hari ulasan kuartalan pada 1 November, kecuali mata uang yen mengalami lonjakan tiba-tiba dan menggagalkan pemulihan ekonomi yang rapuh.

Para pengamat mengatakan BoJ akan tidak terburu-buru untuk memberikan kemudahan karena adanya kerangka kebijakan baru, yang menargetkan tingkat suku bunga dibandingkan dengan uang primer. Kondisi itu lebih cocok untuk jangka panjang dalam mencapai tingkat inflasi dua persen yang ambisius.

Baca: BoJ Diperkirakan Tunda Keberlanjutan Pelonggaran Kebijakan

Rabu, 12 Oktober, Anggota Dewan Gubernur BoJ Yutaka Harada menjelaskan kepada wartawan bahwa inflasi konsumen tidak bergerak secepat yang diharapkan. Hal itu menunjukkan bahwa bank sentral bisa saja merevisi turun perkiraan harga ketika menerbitkan laporan triwulanan pada pertumbuhan dan inflasi di 1 November.


Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda (REUTERS/Kim Kyung Hoon)

"Perbaikan pasar tenaga kerja terus berlanjut dan menjadi tren sampai sekarang ini. Pelonggaran kebijakan tambahan menjadi tidak diperlukan saat ini," kata Harada, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/10/2016), yang menjadi salah satu di antara pendukung paling vokal di sembilan anggota Dewan Gubernur BoJ.

Baca: BoJ Butuh Waktu Lebih Capai Sasaran Target Inflasi

Sementara itu, Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda tidak menampik ada kebutuhan yang mendesak untuk tindakan perlu dilakukan sekarang ini, meski bank sentral bersiap diri untuk melonggarkan kebijakan jika ada guncangan yang datang dari luar dan mengancam target inflasi.

"BoJ harus turunkan perkiraan, karena kebijakan mereka tidak sejalan dengan apa yang sebagian besar ekonom di luar BoJ perkirakan. BoJ bersedia untuk mengambil lebih banyak waktu untuk memenuhi target inflasi, jadi saya tidak berharap pelonggaran tambahan," kata Ekonom Senior Mizuho Securities Norio Miyagawa.


(ABD)