Harga Minyak Melonjak Hampir 4%

   •    Selasa, 04 Dec 2018 08:01 WIB
minyak mentah
Harga Minyak Melonjak Hampir 4%
Ilustrasi (FOTO: AFP)

New York: Harga minyak dunia melonjak hampir empat persen pada penutupan pasar Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu terjadi setelah Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok menyetujui adanya gencatan senjata 90 hari dalam sengketa perdagangan.

Mengutip Antara, Selasa, 4 Desember 2018, patokan global minyak mentah Brent berjangka menguat USD2,23 atau 3,75 persen menjadi menetap di USD61,69 per barel. Sementara minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) berjangka, meningkat USD2,02 atau 3,97 persen menjadi menetap di USD52,95 per barel.

Selain itu  provinsi Alberta, Kanada, memerintahkan pemotongan produksi, sementara kelompok eksportir OPEC tampaknya akan mengurangi pasokan. Dalam sebuah laporan disebutkan menyebutkan kedua patokan minyak naik lebih dari lima persen pada awal sesi.

Tiongkok dan Amerika Serikat setuju selama pertemuan akhir pekan Kelompok 20 (G20) negara ekonomi utama di Argentina untuk tidak memberlakukan tarif perdagangan tambahan selama setidaknya 90 hari, sementara mereka mengadakan pembicaraan untuk menyelesaikan perselisihan yang ada.

Perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia itu telah sangat membebani perdagangan global dan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi. Minyak mentah belum termasuk dalam daftar produk-produk yang sedang menghadapi tarif impor, tetapi para pedagang mengatakan sentimen positif mendukung pasar minyak mentah.

"Tanda-tanda awal hubungan perdagangan AS-Tiongkok pada perbaikan telah memberikan dorongan terhadap harga minyak di sesi perdagangan hari ini. Namun demikian, apakah momentum akan bertahan, bergantung pada hasil nyata dari negosiasi," kata Analis Senior Energi Interfax Energy Abhishek Kumar, di London.

Minyak juga mendapat dukungan dari pengumuman oleh Alberta bahwa provinsi Kanada Barat itu akan memaksa produsen untuk memangkas produksi sebesar 8,7 persen atau 325.000 barel per hari (bph), untuk mengatasi kemacetan (bottleneck) saluran pipa yang telah menyebabkan minyak mentah meningkat di penyimpanan.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan bertemu pada Kamis 6 Desember untuk memutuskan produksi. Kelompok itu, bersama dengan anggota non-OPEC Rusia, diperkirakan akan mengumumkan pemotongan produksi yang ditujukan untuk mengekang banjir pasokan yang telah menurunkan harga minyak mentah sekitar sepertiga sejak Oktober.


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

16 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA