Perusahaan Swasta Tambah 213 Ribu Pekerjaan di Januari 2019

   •    Sabtu, 02 Feb 2019 15:04 WIB
ekonomi amerika
Perusahaan Swasta Tambah 213 Ribu Pekerjaan di Januari 2019
Ilustrasi (THOMAS SAMSON/AFP)

New York: Data yang dirilis ADP dan Moody's Analytics menunjukkan penggajian swasta tumbuh signifikan dibandingkan dengan yang diharapkan pada Januari 2019. Kondisi itu karena pasar tenaga kerja mengabaikan penutupan Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang merupakan terpanjang dalam sejarah.

Mengutip CNBC, Sabtu, 2 Februari 2019, data tersebut mencatat perusahaan swasta menambahkan 213 ribu pekerjaan pada bulan ini. Ekonom yang disurvei oleh Refinitiv memperkirakan pemberian gaji akan tumbuh sebesar 178 ribu. Kondisi ini nantinya memberikan efek terhadap perekonomian AS.

Pertumbuhan lapangan kerja yang kuat telah datang, bahkan ketika Pemerintah AS ditutup selama 35 hari karena Pemerintahan Trump dan para pemimpin Kongres tidak dapat menyepakati pendanaan untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko.

"Pasar kerja melewati penutupan pemerintah dengan baik. Meskipun mengalami gangguan parah, bisnis terus bertambah agresif ke daftar gaji mereka. Selama bisnis dijalankan dengan kuat, ekspansi ekonomi akan terus berlanjut," kata Kepala Ekonom Moody's Analytics Mark Zandi.

Bisnis menengah, yang mempekerjakan antara 50 hingga 499 orang, memimpin pertumbuhan lapangan kerja dengan menambahkan 84 ribu pemberian gaji. Bisnis besar, yang memiliki sedikitnya 500 karyawan, menambah jumlah pekerja mereka menjadi 66 ribu. Sedangkan usaha kecil menambahkan 63 ribu pekerjaan.

Sektor jasa berkontribusi terbesar dari pekerjaan pada bulan ini, dengan 145 ribu pekerjaan ditambahkan. Dalam sektor jasa, pekerjaan di layanan profesional dan bisnis tumbuh 46 ribu, sementara gaji pendidikan dan layanan kesehatan naik 38 ribu. Sektor penghasil barang, yang meliputi konstruksi, pertambangan, dan manufaktur, menambah 68 ribu pekerjaan bulan lalu.

Laporan tersebut datang menjelang rilis laporan pekerjaan bulanan Departemen Tenaga Kerja AS, yang dijadwalkan pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Ekonom mengharapkan laporan pemerintah untuk menunjukkan penambahan sekitar 168 ribu pekerjaan pada Januari.


(ABD)