Bursa Saham Asia Bergerak dengan 'Nada' Hati-Hati

Angga Bratadharma    •    Kamis, 20 Apr 2017 10:02 WIB
bursa saham asia
Bursa Saham Asia Bergerak dengan 'Nada' Hati-Hati
Logo Japan Exchange Group Inc. terlihat di samping seorang wanita di Bursa Saham Tokyo (TSE) di Tokyo, Jepang (REUTERS/Yuya Shino)

Metrotvnews.com, Singapura: Bursa saham Asia mungkin akan tergelincir untuk hari kedua berturut-turut pada Kamis karena Wall Street bergerak lemah dan adanya penurunan harga komoditas terutama untuk minyak dunia. Kondisi itu mendorong para investor untuk memangkas eksposur mereka terhadap aset berisiko.

Dengan hasil pemilihan Presiden Prancis yang dijadwalkan pada akhir pekan, pasar ditetapkan untuk diperdagangkan dalam rentang perdagangan yang usang atau tidak terlalu berubah secara signifikan kecuali ada kejutan dari aspek data utama di Asia. Indeks MSCI terluas di Asia-Pasifik di luar Jepang .MIAPJ0000PUS tergelincir 0,5 persen pada awal perdagangan.

"Pasar mungkin terus melakukan perdagangan dengan nada hati-hati dengan pemilihan Perancis yang akan datang di akhir pekan ini," kata Ahli Strategi ANZ dalam sebuah catatan harian, seperti dikutip dari Reuters, Kamis 20 April 2017.


Ilustrasi (REUTER/Kim Kyung-Hoon)

Centron Emmanuel Macron berpegang pada statusnya sebagai favorit untuk memenangkan Pemilihan Presiden Prancis dalam sebuah balapan empat arah yang terlalu mendekati panggilan, karena pihak penantang sayap kanan Marine Le Pen menggelar retorika eurosceptic berturut-turut dengan Brussels.

Lemahnya hasil dari indeks kelas berat IBM (IBM.N) menarik S&P 500 dan Dow bergerak lebih rendah dengan turunnya saham sektor energi .SPNY yang juga memberikan beban terhadap gerak pasar yang lebih luas.

Obligasi juga masuk untuk beberapa aksi ambil untung setelah reli baru-baru ini, dengan imbal hasil pada catatan Treasury AS senilai 10 tahun AS10YT = RR menguat menjadi 2,21 persen dari level terendah lima bulan di 2,165 persen pada Selasa.

Akibat data ekonomi AS yang mengecewakan dan meragukan mengenai seberapa jauh administrasi Trump akan maju dengan pemotongan pajak telah memadamkan ekspektasi inflasi yang lebih cepat dan mendorong utang pendapatan tetap.

 


(ABD)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA