Data Tenaga Kerja AS Melemah di September

Angga Bratadharma    •    Senin, 09 Oct 2017 12:03 WIB
tenaga kerjalapangan pekerjaanekonomi amerika
Data Tenaga Kerja AS Melemah di September
Ilustrasi (AFP/Brendan Smialowski)

Metrotvnews.com, Washington: Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) menyebut data tenaga kerja di Amerika Serikat jatuh atau mengalami pelemahan di September untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun. Hal itu karena gangguan di tempat kerja yang disebabkan oleh badai Harvey dan Irma.

Pekerjaan penggajian non-pertanian turun sebesar 33.000 pekerjaan di bulan lalu, penurunan pertama sejak 2010, departemen tersebut mengatakan dalam laporan pekerjaan terakhirnya. Selain itu, Departmen Tenaga Kerja AS juga mencatat penurunan lapangan kerja yang curam di layanan makanan dan tempat minum.

"Tidak hanya itu, pertumbuhan berada di bawah tren di beberapa industri lainnya dan kemungkinan tercermin akibat dampak badai Irma dan Harvey," ungkap Departemen Tenaga Kerja AS, seperti dilansir Xinhua, Senin 9 Oktober 2017.



Namun, rincian lain dari laporan pekerjaan menunjukkan bahwa momentum mendasar di pasar tenaga kerja tetap tidak terganggu. Tingkat pengangguran, yang tidak terpengaruh oleh badai, turun dari 4,4 persen menjadi 4,2 persen, tingkat terendah sejak 2000, kata departemen tersebut.

Pendapatan per jam rata-rata untuk semua karyawan naik 12 sen menjadi di posisi USD26,55 pada September. Selama 12 bulan terakhir upah mengalami peningkatan sebanyak 2,9 persen, naik dari 2,7 persen di bulan sebelumnya.

Analis mengatakan penurunan satu bulan dalam pekerjaan harus sementara dan pertumbuhan lapangan kerja akan meningkat tajam dalam beberapa bulan ke depan. The Fed akan menunggu laporan pekerjaan di Oktober dan November untuk mengkonfirmasi momentum pasar tenaga kerja sebelum mereka mempertimbangkan kenaikan suku bunga lainnya di Desember.

Bank sentral mengatakan bulan lalu bahwa kondisi pasar tenaga kerja akan menguat agak jauh, sementara memberi sinyal akan ada kenaikan suku bunga lagi pada akhir tahun. Tentu kenaikan suku bunga ini akan melalui proses pembahasan yang mendalam.

 


(ABD)