Upah Buruh di Perkotaan dan Pedesaan Tergerus Inflasi November

Suci Sedya Utami    •    Sabtu, 16 Dec 2017 10:09 WIB
upahbps
Upah Buruh di Perkotaan dan Pedesaan Tergerus Inflasi November
Kepala BPS Suhariyanto. (FOTO: MTVN/Husen Miftahudin)

Jakarta: Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat upah nominal di pedesaan yakni buruh tani pada November 2017 naik sebesar 0,21 persen dibanding upah buruh tani pada bulan sebelumnya dari Rp50.339 menjadi Rp50.445.

Namun, upah riil mengalami penurunan sebesar 0,15 persen dibanding Oktober 2017 dari Rp37.860 menjadi Rp37.802.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan penurunan upah riil tersebut karena adaya inflasi yang teradi di November di mana inflasi di pedesaan 0,36 persen lebih tinggi dibanding inflasi di perkotaan.

"Sehingga secara riil upah buruh tani pada november mengalami penurunan 0,15 persen, tentunya perlu kita perhatikan karena banyak sekali tenaga kerja kita yang bekerja di sektor pertanian," kata Suhariyanto di kantor pusat BPS, Jakarta Pusat, Jumat, 15 Desember 2017.

Semenetara itu untuk upah buruh diperkotaan beberapa mengalami peningkatan. Seperti halnya upah pembantu rumah tangga secara nominal alami kenaikan 0,84 persen dari Rp377.795 menjadi Rp383.525 per bulan, yang juga diikuti kenaikan upah riil 0,13 persen dari Rp290.845 menjadi Rp292.227 per bulan.

Lalu upah buruh bangunan atau tukang mandor per hari rata-rata mengalami kenaikan 0,02 persen dari Rp84.421 menjadi Rp84.438. Namun, tidak diikuti upah riilnya yang mengalami penurunan 0,18 persen dari Rp64.894 menjadi Rp64.778.

Kemudian, untuk upah nominal buruh potong rambut mengalami kenaikan 0,13 persen dari Rp25.867 menjadi Rp25.901. Namun upah riilnya mengalami penurunan 0,07 persen dari Rp19.848 menjadi Rp19.870.

Dirinya mengatakan hal ini karena adanya inflasi sebesar 0,20 persen pada November sehingga membuat upah riil buruh bangunan dan potong rambut mengalami penurunan.

"Namun, tentunya kita perlu berikan perhatian khusus karena mereka termasuk 40 persen lapisan kelas menangah bawah, sehingga kita berharap mereka tetap bisa meningkat kesejahteraannya," jelas dia.


(AHL)