Ditjen Pajak Jelaskan Isi Leaflet 'Yesus juga Bayar Pajak'

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 11 Oct 2017 10:36 WIB
pajak
Ditjen Pajak Jelaskan Isi Leaflet 'Yesus juga Bayar Pajak'
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan merespons isi leaflet yang beredar di media sosial tentang sosialisasi pajak berjudul "Yesus juga membayar pajak".

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan, DJP dalam menyosialisasikan pajak memanfaatkan berbagai sarana dan berusaha menjangkau sebanyak mungkin kalangan masyarakat, termasuk umat beragama. Salah satunya dengan membuat materi berupa leaflet sosialisasi pajak dari perspektif agama yang diakui di Indonesia.

"Leaflet Yesus juga membayar pajak adalah dari perspektif agama Kristen. DJP juga membuat leaflet sosialisasi pajak dari perspektif agama Islam, Hindu, Buddha, dan Khonghucu," kata Hestu dalam keterangan resmi, Rabu 11 Oktober 2017.

Hestu mengatakan materi-materi leaflet tersebut sudah ada sejak awal 2017, dan telah banyak diedarkan pada saat sosialisasi kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak.


Leaflet sosialisasi pajak berjudul "Yesus juga membayar pajak". (Foto: media sosial)

Dalam pembuatan leaflet sosialisasi dari perspektif agama tersebut, DJP melibatkan para penulis buku dari masing-masing agama. Materi yang ada dalam leaflet tersebut juga disesuaikan dengan materi kesadaran pajak yang sudah dimasukkan ke dalam Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) Pendidikan Agama Islam, Kristen/Khatolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu untuk pendidikan tinggi. Semua itu dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran dan pemahaman pajak di Indonesia.

Hestu menjelaskan, materi sosialisasi pajak berdasarkan ajaran agama tersebut tentunya diperuntukkan bagi penganut masing-masing agama. Diharapkan cara itu tidak menimbulkan permasalahan yang tidak semestinya.

"Jadi DJP menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat pihak yang merasa kurang nyaman dengan beredarnya leaflet tersebut," jelas Hestu.

Sebelumnya, DJP mengeluarkan imbahan dan sosialisasi untuk mengajak masyarakat bersedia membayar pajak melalui leaflet. Namun imbauan tersebut dipermasalahkan oleh sejumlah pemilik akun twitter.

Rata-rata merasa tersinggung karena salah satu leafletnya berjudul 'Yesus juga membayar pajak', mengutip ayat-ayat kitab Injil. Ayat itu memang ada di dalam kitab dimaksud.


(AHL)