Legislator Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Terganjal Pengaruh Global

Gervin Nathaniel Purba    •    Sabtu, 10 Feb 2018 11:15 WIB
pertumbuhan ekonomi
Legislator Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Terganjal Pengaruh Global
Ilustrasi. (Foto: Antara/Zabur Karuru).

Jakarta: Pertumbuhan ekonomi RI pada 2017 tidak mencapai target. Tercatat pertumbuhan ekonomi RI sepanjang 2017 sebesar 5,07 persen. Sedangkan target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) sebesar 5,2 persen.

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan memberikan pandangannya terkait hal ini. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi RI sepanjang 2017 terganjal oleh pengaruh tekanan ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Sumber ketidakpastian itu, menurutnya, disebabkan oleh kebijakan ekonomi Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump yang tidak bisa diprediksi. Trump kerap kali membuat kebijakan kontroversial seperti masalah imigran yang membuat pasar global menjadi bergejolak.

"Salah satunya mengenai (pengaruh) ekonomi global. Memang masih fluktuatif dan beberapa sentimen market masih belum stabil. Dari kacamata DPR ini lebih banyak kepada ketidakstabilan ekonomi makro secara global," ujar Taufik saat dihubungi Medcom.id, Sabtu, 10 Februari 2018.

Taufik mengatakan bukan hanya Indonesia saja yang mengalami dampak dari kebijakan ekonomi AS. Hal ini juga dialami oleh beberapa negara lain seperti Jepang, Tiongkok, dan Eropa yang membuat mata uangnya melemah terhadap dolar AS (USD).

"Ekonomi global kan juga merespons kebijakan Trump untuk mencari keseimbangan baru. Rujukan angka pertumbuhan ekonomi internasional kan jangkarnya AS. AS masih sebagai pusat kekuatan ekonomi dunia," jelasnya.

Ia menilai tekanan dari ekonomi global khususnya ketidakpastian kebijakan AS masih akan terus berlanjut hingga tahun ini. Malahan tekanan itu sudah dimulai dengan adanya shut down pemerintah Federal AS yang direspons beragam oleh pasar global.

Jika pemerintah tidak cermat, bukan tidak mungkin pertumbuhan ekonomi RI tidak akan mencapai target lagi. Dalam APBN 2018, ditargetkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 sebesar 5,4 persen.

"Seluruh dunia sedang wait and see, super reaktif karena baru kali ini dalam waktu dua bulan ada dua kali shut down di pemerintahan AS yang berdampak pada pasar global bergoyang. Eropa goyang, Tiongkok juga goyang," ucap politikus PAN itu.

 


(AHL)