Perang Dagang Bakal Jadi Isu Permanen

Desi Angriani    •    Senin, 09 Jul 2018 20:11 WIB
Perang dagang
Perang Dagang Bakal Jadi Isu Permanen
Pengamat ekonomi Prasetyantoko. Medcom/Desi.

Jakarta: Perang dagang yang resmi ditabuh oleh Amerika Serikat (AS) ke Tiongkok disebut bakal menjadi isu permanen dalam kancah perekonomian global. Pasalnya, pemberlakuan tarif impor terhafap produk Tiongkok senilai USD34 miliar ini dipercaya menjalar hingga ke berbagai negara di dunia.

Pengamat ekonomi Prasetyantoko mengatakan pemerintah harus mempertimbangkan isu trade war sebagai salah satu risiko global yang harus diantisipasi supaya tidak berdampak secara signifikan ke ekonomi dalam negeri.

"Akan jadi isu yang permanen karena tidak akan terjadi dalam waktu pendek tapi jangka waktu panjang," katanya saat ditemui Medcom.id di Menara BCA, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin, 9 Juli 2018.

Menurutnya pembentukan task force atau satuan tugas khusus dalam mencermati dampak perang dagang tersebut sudah tepat. Satgas tak hanya melakukan mitigasi tapi juga dapat ditugaskan menemui pemerintah AS agar mempertahankan perlakuan Generalized Sisytem of Preference (GSP) terhadap Indonesia. Indonesia masuk ke dalam negara yang mendapat fasilitas keringanan bea masuk dari negara maju untuk produk-produk ekspor negara berkembang dan miskin.

"Karena dengan begitu bisa disimulasikan respons kita misal ekspor turun di mana dan dampaknya bagaimana, kita akan mitigasi itu," tuturnya.

Adapun efek jangka panjang yang diterima Indonesia berupa penurunan nilai eskpor ke Tiongkok lantaran negeri tirai bambu itu menjadi salah satu negara tujuan ekspor terbesar bagi Indonesia. Sementara kebijakan perang dagang dalam jangka panjang akan menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Stagnasi pertumbuhan (ekonomi) lima persen aja sudah bagus karena secara global ketidakpastiannya tinggi," tambahnya.


 


(SAW)