Pemerintah Siap Selesaikan Perumusan Revisi UU PPh Tahun Ini

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 12 May 2017 18:30 WIB
kenaikan pph
Pemerintah Siap Selesaikan Perumusan Revisi UU PPh Tahun Ini
Kepala BKF Suahasil Nazara (kiri). (FOTO: ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menjanjikan siap menyelesaikan kajian perumusan draf revisi Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh) tahun ini. Setelah selesai, maka drafnya siap untuk dibawa ke DPR untuk dibahas.

"Semoga bisa dalam tahun ini kita bis rumuskan semua dan kita sampaikan finlnya ke DPR," kata Kepala BKF Suahasil Nazara di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat 12 Mei 2017.

Suahasil menjelaskan, dalam merumuskan perubahan UU tersebut ada beberapa poin yang memang menjadi konsen, salah satunya yakni mengenai penyesuaian tarif PPh dengan tujuan membuat pajak Indonesia bisa lebih kompetitif di tingkat global.

Baca: Penurunan Tarif Masuk dalam Kajian Revisi UU PPh

Terkait penurunan tarif ini, kata Suahasil, masih terus didalami. Memang ada usulan dari berbagai pihak, termasuk Presiden Jokowi pun menginginkan agar tarif PPh untuk badan diturunkan. Namun, jika tarif turun, maka dempaknya ke penerimaan juga ikut turun. Efeknya, kata dia, tentu kepada pembangunan yang tengah dijalankan, karena butuh dana yang besar.

"Kalau tarif diturunkan, tax to GDP ratio pusat hanya 10,3 persen, kalau tarifnya diturunkan, penerimaannya turun, tax to GDP ratio kita juga turun, lalu implikasinya pada kemampuan negara untuk pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial dan lain-lain," ujar dia.

Selain itu, perubahan UU PPh juga menggarisbawahi poin agar peraturan perpajakan di Indonesia sejalan dengan ketentuan-ketentuan internasional, tata cara masyarakat dalam membayar PPh dan sebagainya.

"10,3 persen itu menurut standar internasional, harusnya kita bisa lebih tinggi. Jadi dimensi itu masih kita bicarakan," jelas Suahasil.

 


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

2 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA