Hari Ini Presiden Jokowi Sampaikan RAPBN 2018 di Parlemen

Angga Bratadharma    •    Rabu, 16 Aug 2017 08:27 WIB
rapbn 2018
Hari Ini Presiden Jokowi Sampaikan RAPBN 2018 di Parlemen
Presiden Joko Widodo. (FOTO: ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan melakukan pidato dalam rangka penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018, di Kompleks Parlemen, Jakarta. Penyampaian pidato ini sejalan dengan disepakatinya sejumlah asumsi makro di RAPBN 2018.

Berdasarkan agenda yang diterima Metrotvnews.com, Rabu 16 Agustus 2017, rencananya Presiden akan menghadiri sidang tahunan MPR RI, lalu sidang bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah (DPR/DPD), dan selanjutnya menghadiri sidang pidato Presiden RI dalam rangka penyampaian RAPBN 2018.

Adapun sidang tahunan MPR/DPR/DPD RI merupakan agenda tahunan dalam rangka menyambut HUT RI ke-72. Pejabat yang hadir dan di undang adalah Menteri Kabinet Kerja, Kepala Lembaga Tinggi Negara, Kapolri, Panglima TNI, Kepala Staf tiga Angkatan, Dubes Negara Sahabat, dan mantan Presiden dan Wakil Presiden RI.

Dalam RAPBN 2018, sejumlah hal yang sudah disepakati antara lain petumbuhan ekonomi 5,2-5,6 persen, laju inflasi 2,5-4,5 persen, nilai tukar rupiah Rp13.300-Rp13.500 per USD, tingkat bunga SPN 3 bulan 4,8-5,6 persen, harga minyak mentah indonesia USD45-USD55 per barel, lifting minyak bumi 771-815 ribu barel per hari, dan lifting gas bumi 1.194-1.235 ribu per barel.

Tak hanya itu, DPR dan pemerintah juga telah menyepakati angka pengangguran, yang akan berkisar di angka 5,0 hingga 5,3 persen. Sedangkan, angka kemiskinan dalam rentang 9,5 hingga 10 persen, indeks rasio sebesar 0,38, dan Indeks Pembangunan Manusia sebesar 71,50.

Di sisi lain, Wakil DPR RI Fahri Hamzah berharap pidato Presiden berisi optimisme yang bisa memengaruhi masyarakat ke arah positif. Karena, hal itu merupakan tugas seorang pimpinan negara. "Enggak boleh ada pesimisme, enggak boleh ada ketakutan, enggak boleh ada kecemasan berlebihan. Presiden harus membangkitkan optimisme," tegas Fahri.

Di pidato tahun lalu, Presiden menyampaikan kinerja kementerian/lembaga. Saat itu, Presiden meyakinkan publik bahwa kementerian dan lembaga telah bekerja dengan baik. "Maka akan kelihatan satu tahun akan datang Presiden akan seperti apa. Kira-kira begitu," pungkas Fahri.


(AHL)


Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

1 day Ago

Merpati Nusantara Airlines berjanji akan melunasi utang dan pesangon mantan karyawannya. Janji …

BERITA LAINNYA