Utang Luar Negeri Indonesia Mei 2017 Naik jadi USD333,6 Miliar

Eko Nordiansyah    •    Senin, 17 Jul 2017 21:42 WIB
utang luar negeri
Utang Luar Negeri Indonesia Mei 2017 Naik jadi  USD333,6 Miliar
Ilustrasi. (FOTO: MI/Angga Yuniar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) merilis Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Mei 2017 tercatat USD333,6 miliar atau tumbuh 5,5 persen (yoy). Berdasarkan kelompok peminjam, pertumbuhan tahunan ULN sektor publik meningkat, sedangkan ULN sektor swasta menurun.

"Posisi ULN sektor publik pada Mei 2017 tercatat USD168,4 miliar sekira 50,5 persen dari total ULN atau tumbuh 11,8 persen (yoy), lebih tinggi dari 9,2 persen (yoy) pada bulan sebelumnya," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin 17 Juli 2017.

Sementara itu, ULN sektor swasta tercatat USD165,2 miliar sekira 49,5 persen dari total ULN) atau turun 0,1 persen (yoy), lebih kecil dibandingkan dengan penurunan pada April 2017 yang sebesar 3,2 persen (yoy). Menurunnya ULN swasta tersebut disebabkan oleh ULN lembaga keuangan (Bank maupun Lembaga Keuangan Bukan Bank/LKBB) sementara ULN swasta non keuangan (Perusahaan Bukan Lembaga Keuangan/PBLK) meningkat.

Berdasarkan jangka waktu asal, baik ULN jangka panjang maupun ULN jangka pendek mengalami peningkatan pertumbuhan. ULN berjangka panjang tumbuh 4,4 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan April 2017 yang sebesar 1,4 persen (yoy), sedangkan ULN berjangka pendek tumbuh 13,6 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April 2017 sebesar 12,4 persen (yoy).




Posisi ULN berjangka panjang tercatat sebesar USD289,2 miliar sekira 86,7 persen dari total ULN, terdiri dari ULN sektor publik sebesar USD165,1 miliar sekira 57,1 persen dari total ULN jangka panjang dan ULN sektor swasta sebesar USD124,1 miliar sekira 42,9 persen dari total ULN jangka panjang.

Sementara itu, posisi ULN berjangka pendek tercatat USD44,4 miliar atau 13,3 persen dari total ULN, terdiri dari ULN sektor swasta sebesar USD41,1 miliar atau 92,6 persen dari total ULN jangka pendek dan ULN sektor publik sebesar USD3,3 miliar atau 7,4 persen dari total ULN jangka pendek.

Menurut sektor ekonomi, posisi ULN swasta pada akhir Mei 2017 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, dan listrik, gas & air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,7 persen.

Bila dibandingkan dengan April 2017, pertumbuhan tahunan ULN sektor industri pengolahan dan sektor listrik, gas & air bersih mengalami peningkatan. Di sisi lain, ULN sektor keuangan dan sektor pertambangan masih mengalami kontraksi pertumbuhan.

"Bank Indonesia memandang perkembangan ULN pada Mei 2017 tetap sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional. Bank Indonesia terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi," pungkasnya.


(AHL)