Indef: Pemerintah Jangan Salah Racik Kebijakan

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 10 Nov 2017 18:31 WIB
daya beli masyarakat
Indef: Pemerintah Jangan Salah Racik Kebijakan
Suasana diskusi yang diadakan Indef. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Jakarta: Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus berharap pemerintah tidak salah dalam meracik kebijakan terkait melambatnya daya beli masyarakat.

Menurut Ahmad, daya beli merupakan salah satu tulang punggung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Pertama, pemerintah harus mau mengakui dan paham betul apa penyakit ekonomi kita supaya kebijakan yang diambil tepat sasaran. Konsumsi menjadi salah satu pendorong ekonomi," kata Heri di kantor Indef, Jakarta, Jumat 10 November 2017.

Dia menegaskan, melemahnya daya beli masyarakat ini harus segera ditangani oleh pemerintah. Jika tidak, maka pemerintah sulit mendorong ekonomi dari sektor lain yang belum maksimal.

"Jika salah mendiagnosa maka kebijakan yang diambil tidak tepat sasaran. Jadi harus paham betul masalah ekonomi sekarang. Sudah terlihat beberapa bulan lalu kalau pemerintah belum mau akui konsumsi kita melambat, sekarang diakui juga," jelas dia.

Dirinya pun menyayangkan jika konsumsi rumah tangga melambat. Padahal, konsumsi rumah tangga penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Kontribusinya terhadap PDB 56 persen," ujar dia.

Meski demikian, lanjut dia, Indonesia masih tertolong pertumbuhan ekspor dan investasi. ‎"Andaikan konsumsi rumah tangga yang tumbuh misalnya enam persen pasti pertumbuhan ekonomi kita mencapai 5,2 persen lah," pungkas dia.

 


(AHL)