Pemerintah Berencana Kembali Revisi DNI

Eko Nordiansyah    •    Sabtu, 10 Nov 2018 10:51 WIB
daftar negatif investasi
Pemerintah Berencana Kembali Revisi DNI
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Kautsar Widya)

Jakarta: Pemerintah berencana kembali merevisi aturan terkait Daftar Negatif Investasi (DNI). Revisi aturan bertujuan untuk menarik investasi, sehingga modal asing bisa masuk ke Indonesia dan menambah devisa.

"DNI nanti akan diinikan (direvisi) kembali untuk dilaporkan ke ratas (rapat terbatas)," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat, 9 November 2018.

Dirinya menambahkan, salah satu sektor perdagangan yang akan dikeluarkan dari DNI adalah distributor yang tidak terafiliasi oleh produksi. Alasannya karena investor sudah bisa 100 persen berinvestasi untuk sektor ini.

"Ya sudah 100 persen (investasi boleh masuk) ya dikeluarkan saja. Ya dia (distributor) berdiri sendiri enggak terafiliasi dengan produksi yang ada di sini ya buat apa kita atur, distributor bukan ritel," jelas dia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan pembahasan soal DNI belum tuntas. Rencananya akan ada rapat lanjutan mengenai apa saja sektor yang akan dihapus dari DNI.

Meski begitu, Darmin menyebut pembahasan revisi DNI sudah dilakukan sejak lama. Dirinya menargetkan pembahasan di tingkat menteri bisa diselesaikan dalam waktu seminggu ke depan.

"Ya terus terang belum tuntas kita masih harus proses dulu beberapa hari lagi. Semua itu sudah lama sebenarnya disiapkan. Kita saja sebenarnya yang diskusinya panjang lebar," ungkapnya.

 


(AHL)


Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

1 day Ago

Merpati Nusantara Airlines berjanji akan melunasi utang dan pesangon mantan karyawannya. Janji …

BERITA LAINNYA