Boston University Jadi Peluang Tampilkan Ekonomi Indonesia

   •    Minggu, 04 Nov 2018 11:55 WIB
ekonomi indonesia
Boston University Jadi Peluang Tampilkan Ekonomi Indonesia
Illustrasi. Dok: AFP.

Jakarta: Boston University Asian Alumni Festival ke-12 di Jakarta, 2-3 November 2018, menjadi peluang bagi Indonesia untuk menampilkan potensi ekonominya apalagi sebagian peserta menduduki posisi kunci di pemerintahan dan perusahaan.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah mengumpulkan para alumni BU se-Asia. Selain mengadakan festival kebudayaan, kami juga ingin mengenalkan Indonesia kepada teman-teman alumni BU se-Asia, seperti ekonomi kreatif dan sosial entrepreneurship di Indonesia," kata Ketua Boston University Alumni Indonesia Didit Ratam di dikutip dari Antara, Minggu, 4 November 2018.      

Festival yang diadakan di Hotel Grand Hyatt Jakarta itu menggelar Business Forum, Sabtu yang menampilkan Miranda Goeltom sebagai moderator, serta Kepala BKPM Thomas T Lembong dan Menteri Perencanaan/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro serta Prof Rhenald Kasali sebagai pembicara.  

"Jadi, The BU Asia Alumni Festival yang ke-12 ini untuk pertama kali diadakan di Indonesia. Sebelumnya dalam tiga tahun terakhir ini diadakan di Hong Kong, Korea, dan Taiwan," kata Didit Ratam.

Didit berharap bukan hanya alumni Indonesia saja yang memberikan informasi tentang potensi ekonomi dan investasi di Indonesia tetapi juga alumni-alumni Boston University (BU) dari Asia ikut memperkenalkan potensi Indonesia.

Sementara itu, Kepala BKPM Thomas T Lembong sebagai pembicara di sesi pertama dalam Business Forum juga memperkenalkan potensi investasi di Indonesia kepada para alumni BU se-Asia.

"Indonesia sangat fokus pada investasi, Asia Tenggara sedang tumbuh salah satu contohnya Malaysia, Vietnam. Kami di Indonesia juga sedang bertumbuh dan membuka investasi seluas-luasnya. Namun kami bukan sekadar ingin investor datang dengan mengundang mereka. Kami juga mendatangi para investor ini untuk kami ajak berinvestasi," kata  Kepala BKPM Thomas T Lembong.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia Bambang Brodjonegoro juga menganggap acara yang digagas oleh alumni BU di Indonesia ini sangat menarik dan juga relevan dengan kondisi kekinian di mana Indonesia ingin meningkatkan porsi dan aktivitas dari ekonomi digital dan ekonomi kreatif.

"Kami harapkan acara yang digagas BU alumni ini bisa mendorong diseminasi dan bisa mendorong generasi muda Indonesia lebih banyak lagi bergerak di bidang ekonomi digital dan industri kreatif," kata Bambang.

Menurut Bambang, di Indonesia, 200 juta orang siap menggerakkan roda ekonomi. Pertumbuhan ekonomi kreatif pun menjadi pesat dengan hadirnya berbagai startup. Pemerintah mendukung perkembangan startup. Memang kita perlu mengembangkan human capital, karena itu saya sangat mendukung acara seperti ini.

"Kami mendorong generasi muda Indonesia untuk menggerakkan roda ekonomi lewat startup dan kami mendukung investasi ke arah ini dengan mengeluarkan regulasi-regulasi yang menopang kehadiran startup yang berguna bagi masyarakat," tegas Bambang.

Sementara itu, Profesor Rhenald Kasali menjabarkan arah perubahan ekonomi di dunia yang juga berimbas sampai ke Indonesia. Kapitalisme yang sebelumnya menjadi landasan ekonomi mengakibatkan banyak sekali krisis, seperti krisis keuangan, kemiskinan, pangan, pengangguran, karena semua hanya berdasarkan pada persaingan saja.  

Akhirnya muncul gerakan-gerakan untuk mengatasi masalah itu. Saat ini, telah muncul gerakan atau usaha untuk membuat suatu bisnis yang dasarnya adalah untuk berbagi, mengatasi kemiskinan.Gerakan ekonomi untuk mengatasi masalah-masalah sosial ini pun menghadirkan gagasan social entrepreneur dengan basis teknologi.

"Jadi, lama-lama terjadi keseimbangan. Dan, saya melihat anak-anak muda menjadi sumber pengharapan kita. Anak muda sekarang mau berwirausaha namun tidak selalu mencari kekayaan untuk dirinya sendiri, namun menjadi bagian dari pemecahan masalah sosial," kata Prof Rhenald Kasali


(SAW)