Banggar Restui Pemerintah Susun RAPBN 2019

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 11 Jul 2018 16:52 WIB
rapbn 2019
Banggar Restui Pemerintah Susun RAPBN 2019
Illustrasi. MI/Mohamad Irfan.

Jakarta: Badan Anggaran (Banggar) DPR telah memberi restu kepada kepada pemerintah agar segera menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja ‎Negara (RAPBN) 2019. Penetapan itu setelah dibacakan hasil rapat terkait asumsi makro dan postur APBN untuk tahun depan.

Ketua Banggar DPR Azis Syamsuddin mengatakan hasil kesepakatan penetapan ini akan diumumkan pada rapat paripurna Kamis, 12 Juli 2018. Hal itu juga akan menjadi bahan dasar pembuatan RAPBN 2019 serta nota keuangan yang akan disampaikan Presiden Jokowi pada 16 Agustus.

"Dengan disahkan hasil panja ini, bisa disahkan untuk menjadi bahan pembicaraan dan menjadi bahan dasar ke nota keuangan," tutur Azis, ‎ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

Asumsi dasar makro ekonomi 2019 yang telah diketok palu oleh Banggar, terdiri dari ‎perkiraan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen hingga 5,6 persen, tingkat inflasi diperkirakan 2,5 persen hingga 4,5 persen, tingkat suku bunga SPN 3 bulan diperkirakan 4,6 persen hingga 5,2 persen.

Kemudian, nilai tukar di kisaran Rp13.700 per USD hingga Rp14.000 per USD. ‎Harga minyak mentah USD60 hingga USD70 per barel, lifting minyak 722 ribu-805 ribu barel per hari, dan lifting gas 1,21 juta-1,30 juta barel setara minyak.

Sementara untuk target pembangunan tingkat pengangguran berada kisaran 4,8 persen sampai 5,2 persen, angka kemiskinan berada di kisaran 8,5 persen sampai sembilan persen, gini rasio 0,38-0,39, dan indeks pembangunan manusia (IPM) sebesar 71,98.

Adanya persetujuan dari Banggar DPR, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku akan mempercepat pembuatan RAPBN 2019.‎ Tak lupa, dia juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Banggar kepada pemerintah.

"Saya ingin sampaikan terima kasih atas laporan panja, yang meliputi asumsi dasar, laporan RKP, transfer daerah dan belanja pemerintah pusat. Seluruh laporan sangat berguna dalam susun nota keuangan yang kami selesaikan minggu depan. Setelah itu bisa kemudian diserahkan dewan dalam bentuk pidato Presiden. Jadi ini proses baik," pungkas dia.


(SAW)