Investasi Melambat, Serapan Tenaga Kerja Triwulan II Turun

Desi Angriani    •    Selasa, 14 Aug 2018 12:53 WIB
investasibkpm
Investasi Melambat, Serapan Tenaga Kerja Triwulan II Turun
Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) pada periode triwulan II -2018 tumbuh melambat sebesar 3,1 persen. Realisasi tersebut turut mengerek angka penyerapan tenaga kerja Indonesia sebesar 289.843 ribu orang dari 345.323 ribu orang pada periode yang sama tahun lalu.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis menjelaskan dari jumlah tersebut sebanyak 133.602 orang bekerja pada proyek PMDN dan sebanyak 156.241 orang bekerja pada proyek PMA.

"Kalau kita lihat memang ada penurunan dari jumlah tenaga kerja triwulan II-2017 ke 2018 tapi masih menyerap 289.843 ribu orang," katanya dalam sebuah jumpa pers di Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018.

Sementara sebaran investasi di luar Jawa tercatat sebesar Rp81,9 triliun atau setara dengan 46,5 persen dari total investasi triwulan II-2018. Azhar pun tetap optimistis kegiatan investasi akan tumbuh sesuai target sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja khususnya di daerah.

"Penyerapan TKI ini sesungguhnya dipahami bahwa peluang bagi tenaga kerja terampil di Indonesia juga semakin terbuka lebar dengan masuknya kegiatan investasi yang juga
cenderung menggunakan teknologi terkini," tegas dia.


Sumber: BKPM

Adapun selama triwulan II-2018, realisasi PMDN tercatat sebesar Rp80,6 triliun atau naik 32,1 persen dari Rp61,0 triliun pada periode yang sama 2017, dan PMA sebesar Rp95,7 triliun, turun 12,9 persen dari Rp109,9 triliun pada periode yang sama 2017.

BKPM juga mencatat realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan lima besar lokasi proyek, yakni DKI Jakarta (Rp29,9 triliun, 16,9 persen); Jawa Barat (Rp22,2 triliun, 12,6 persen); Jawa Timur (Rp16,0 triliun, 9,1 persen); Banten (Rp14,4 triliun, 8,2 persen); dan Kalimantan Timur (Rp13,8 triliun, 7,8 persen).

Sedangkan realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan lima besar sektor usaha besar adalah Pertambangan (Rp28,2 triliun, 16,0 persen); Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp25,6 triliun,14,6 persen); Listrik, Gas, dan Air (Rp20,8 triliun, 11,8 persen); Industri Makanan (Rp17,2 triliun, 9,8 persen); dan Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (Rp15,8 triliun, 8,9 persen).

Sementara untuk lima besar negara asal PMA ialah Singapura (USD2,4 miliar, 33,5 persen); Jepang (USD1,0 miliar, 14,4 persen); R.R. Tiongkok (USD0,7 miliar, 9,4 persen); Hong Kong, RRT (USD0,6 miliar, 8,2 persen), dan Malaysia (USD0,4 miliar, 5,3 persen).


Sumber: BKPM


(AHL)