Rini Optimistis Obligasi Pelindo IV Percepat Konektivitas Timur Indonesia

   •    Jumat, 06 Jul 2018 11:02 WIB
pelindoekonomi indonesia
Rini Optimistis Obligasi Pelindo IV Percepat Konektivitas Timur Indonesia
Menteri BUMN Rini Soemarno (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengapresiasi langkah PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) yang resmi mencatatkan penerbitan obligasinya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rini optimistis penerbitan obligasi Pelindo IV semakin mempercepat pembangunan konektivitas di wilayah timur Indonesia.

Adapun obligasi I senilai Rp 3 triliun ini memang bertujuan untuk pembangunan berbagai proyek strategis yang sudah dilakukan sebelumnya di beberapa pelabuhan Kawasan Timur Indonesia (KTI), yaitu Makassar New Port, Pelabuhan Bitung, Kendari New Port, dan Pelabuhan Pantoloan-Palu.

"Saya apresiasi langkah strategis Pelindo IV dalam upaya mencari sumber-sumber pembiayaan di luar APBN untuk menyelesaikan program strategis nasional yang ketika beroperasi nanti tentunya akan membawa banyak keuntungan bagi perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia Timur," kata Rini, dalam keterangannya, Jumat, 6 Juli 2018.

Ia menjelaskan pihak Kementerisn BUMN selalu mendorong agar BUMN bisa lebih mandiri dalam pendanaan, transparan, dan berorientasi kepada kepentingan nasional. Sehingga dalam menjalankan pembangunan, baik pemerintah maupun BUMN tidak lagi hanya bergantung pada APBN.



Sebagaimana fungsinya, lanjut Rini, BUMN adalah agen pembangunan yang bisa memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu, Kementerian BUMN terus mendorong perusahaan negara agar meningkatkan keuangan tidak hanya melalui leveraging.

"Tetapi juga alternatif lainnya yang sudah dilakukan sekarang seperti sekuritisasi aset, IPO anak usaha, perpetual bonds, RDPT berbasis ekuitas, joint venture dengan pihak swasta nasional maupun global khususnya untuk greenfield projects, dan lain sebagainya," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung menjelaskan, meski penerbitan obligasi ini merupakan aksi korporasi perdana, namun perseroan mencatat antusiasme para investor sangat baik. Sebab, dari total Rp3 triliun obligasi yang ditawarkan pada penerbitan perdana tahun ini, minat para investor sudah melebihi jumlah penawaran.

"Hal ini tentu sangat menggembirakan dan menunjukkan kepercayaan investor kepada PT Pelindo IV," pungkas Doso Agung.

 


(ABD)