Menkeu Berharap Semua Faktor Dorong Pencapaian Pertumbuhan Ekonomi

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 28 Jul 2017 08:55 WIB
pertumbuhan ekonomiekonomi indonesia
Menkeu Berharap Semua Faktor Dorong Pencapaian Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyepakati dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN) 2017 untuk meningkatkan target pertumbuhan ekonomi dari sebelumnya 5,1 persen menjadi 5,2 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimis target tersebut bisa tercapai jika semua faktor yang mendorong pertumbuhan bisa berkontribusi sesuai harapan. Tentu sejumlah pihak diharapkan bisa memberikan kontribusi dan dukungan guna mencapai sejumlah target tersebut.

Ani, biasa ia disapa, mengatakan, dari sisi belanja pemerintah, diyakini dengan sisa pagu anggaran belanja Rp1.239,9 triliun dari target baru dalam APBNP Rp2.133,2, di mana pada semester I telah diserap Rp893,3 triliun maka akan berkontrbusi pada pertumbuhan.

"Waktu saya pulang ke Indonesia kan saya kurangi belanja, dibandingkan dengan 2017, konsumsi pemerintah berkontribusi di dalam PDB kita pasti akan positof. Pertumbuhan 2016 itu 5,01 persen, pemerintah negatif 0,1 persen. Tahun ini pemerintah lebih positif sekitar enpat persen," kata Ani, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 28 Juli 2017.

Selain itu, kontribusi konsumsi rumah tangga ditargetkan tetap di atas lima persen. Begitu juga investasi, bila bisa tumbuh lebih baik dari tahun lalu yang empat persen akan memberikan momentum positif. Investasi diharapkan bisa tumbuh di atas lima persen.

Kemudian ekspor dan impor yang dinilai ada penguatan dibanding tahun lalu yang tumbuh negatif. Tahun ini, pertumbuhan ekspor impor diperkirakan 7-8 persem. "Kalau di lihat dari semua faktor yang menciptakan dan berkontribusi ke pertumbuhan ekonomi, kita tetap berharap pertumbuhan ekonomi akan cukup kuat momentumnya pada semester kedua," jelas Ani.


(ABD)