Bappenas: PPP Book 2017 Tarik Minat Investor

   •    Selasa, 16 May 2017 20:04 WIB
bappenas
Bappenas: PPP Book 2017 Tarik Minat Investor
Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi Pramadia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengklaim daftar rencana proyek infrastruktur yang akan menggunakan skema kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP) Book 2017 yang diluncurkan pemerintah tiga bulan lalu, telah menarik minat investor.

Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas Kennedy Simanjuntak mengatakan, investor dari dua negara yaitu Kanada dan Australia, secara aktif telah meminta pemerintah untuk menjelaskan lebih detail terkait skema KPBU dalam pembangunan proyek infrastruktur di Tanah Air.

"Banyak investor terutama dari Kanada yang dulu belum pernah investasi, mereka datang. Bulan depan kita juga diundang oleh Australia. Australia ini kan banyak memberikan bantuan kepada kita tapi ke private-nya belum, makanya mereka mengundang kita untuk menjelaskan proyek-proyek PPP itu sehingga investor-investor Australia bisa mengerti," ujarnya, di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Selasa 16 Mei 2017.

Kendati demikian, Kennedy menyebutkan para investor tersebut belum secara spesifik menyatakan tertarik di sektor tertentu. Namun, mereka lebih banyak meminta penjelasan tentang mekanisme skema KPBU yang ditawarkan pemerintah.

"Setelah PPP Book dirilis, Kanada aktif datang ke sini. Australia malah mengundang Pak Menteri langsung ke sana, untuk agak panjang menjelaskan mengenai proyeknya dan skema-skema yang dijalankan. Pemerintah Australia menginginkan kita lebih aktif mengundang swasta mereka," jelas dia.

Sebelumnya, dalam rangka mendorong percepatan proyek KPBU, Bappenas telah menetapkan daftar rencana proyek infrastruktur yang terangkum dalam PPP Book 2017. Daftar tersebut memuat satu proyek KPBU kategori siap ditawarkan dengan nilai investasi sebesar Rp1,09 triliun dan 21 proyek kategori KPBU dalam proses penyiapan dengan total nilai investasi Rp112,23 triliun.

PPP Book 2017 diharapkan dapat mengundang minat investor untuk berpartisipasi dan memberikan kepastian kepada dunia usaha bahwa proyek-proyek pemerintah yang tercantum dalam daftar proyek tersebut akan
digarap bersama swasta.

Bappenas juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia dalam satu wadah yang disebut Kantor Bersama KPBU Republik Indonesia atau PPP Office Government of Indonesia.

Kantor Bersama KPBU akan menjadi one-stop service pelaksanaan proyek KPBU dengan fungsi sebagai pusat informasi, koordinasi, dan capacity building terkait KPBU. Dengan berfungsinya Kantor Bersama KPBU, diharapkan proyek-proyek dengan skema KPBU lebih cepat terlaksana namun tetap akuntabel.


(AHL)