Pemerintah-DPR Sepakati Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2-5,6% di 2018

Desi Angriani    •    Rabu, 14 Jun 2017 07:01 WIB
pertumbuhan ekonomiekonomi indonesiarapbn 2018
Pemerintah-DPR Sepakati Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2-5,6% di 2018
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah dan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyepakati pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran sebesar 5,2 sampai 5,6 persen. Adapun kesepakatan itu masuk ke dalam asumsi dasar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2018.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perubahan asumsi makroekonomi dari yang disepakati tak jauh berbeda dari usulan pemerintah. Tentu diharapkan perubahan ini bisa memberi efek yang lebih positif lagi terhadap laju pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan perkembangan ekonomi dunia saat ini.

"Saya rasa tidak ada masalah, karena pasar melihat masih di dalam batas kisaran, terutamanya batas atasnya masih dinaikkan di 5,6 persen. Saya rasa juga memberikan esensi mengenai adanya sense of progress," kata Ani, sapaan akrabnya, menanggapi hasil keputusan rapat di Komisi XI DPR RI, Kompleks Senayan Jakarta, Selasa 13 Juni 2017.

Selain pertumbuhan ekonomi, target pembangunan seperti tingkat pengangguran juga disepakati menjadi 5,0 persen sampai 5,3 persen, tingkat kemiskinan 9,5 persen hingga 10 persen, gini rasio 0,38 terhadap Produk Domestik Brutp (PDB), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di angka 71,5.



Namun demikian, target menurunkan angka kemiskinan hingga 10 persen dinilai membutuhkan intervensi yang sangat intensif dan berkelanjutan. Misalnya, dengan menambah pendanaan untuk program pengentasan kemiskinan.

"Oleh karena itu kita program terutama untuk mengentaskan kemiskinan dan intervensi untuk masyarakat miskin itu tetap bisa dijaga baik dari sisi pendanaan maupun efektivitas," tutur dia.

Sebelumnya, pemerintah menyampaikan kerangka asumsi makro 2018 dengan pertumbuhan ekonomi diangka 5,4-6,1 persen, tingkat inflasi pada rentang 3,5±1,0 persen. Sedangkan nilai tukar diperkirakan berada dalam rentang Rp 13.500-Rp13.800 per dolar Amerika Serikat (USD).

Untuk suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tiga bulan di 2018 diperkirakan sebesar 4,8-5,6 persen. Asumsi harga minya mentah Indonesia (Indonesia Crude Oil Prices/ICP) di 2018 diperkirakan pada kisaran USD45-USD60 per barel.

Asumsi lifting minyak dan gas bumi pada 2018 diperkirakan mencapai 1,965-2,050 juta barel per hari (bph). Asumsi tersebut terdiri dari lifting minyak bumi sekitar 771 ribu-815 ribu bph dan gas bumi sekitar 1,194-1,235 juta barel setara minyak per hari.

Sementara itu, kesimpulan rapat dengan Komisi XI DPR menyepakati pertumbuhan ekonomi 5,2-5,6 persen, inflasi 3,5±1 persen, nilai tukar Rp13.300-Rp13.500 per USD, suku bunga SPN tiga bulan 4,8-5,6 persen, ICP USD45-60 per barel, lifting minyak bumi 771 ribu-815 ribu bph, dan lifting gas bumi 1,194-1,235 juta barel setara minyak per hari.

 


(ABD)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA