Indonesia Dinilai Mampu Mengatasi Risiko Penaikan The Fed

   •    Kamis, 15 Jun 2017 19:44 WIB
the fed
Indonesia Dinilai Mampu Mengatasi Risiko Penaikan The Fed
Ilustrasi The Fed. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ekonom Bank Dunia di Indonesia, Ndiame Diop, menilai Indonesia relatif mampu bertahan dari kemungkinan risiko aliran modal keluar (capital outflow) akibat peningkatan suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed Fund Rate) sebesar 25 basis poin.

"Indonesia relatif mampu bertahan dari arus modal keluar mendadak," kata Ndiame dalam peluncuran laporan Triwulanan Perekonomian Indonesia oleh Bank Dunia di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Kamis 15 Juni 2017.

Ia menjelaskan apabila suku bunga acuan AS dinaikkan maka akan meningkatkan insentif bagi arus modal untuk kembali ke AS. Hal tersebut akan memberikan dampak yang beragam bagi tiap-tiap negara.

Ndiame mengatakan negara yang memiliki fundamental ekonomi sangat lemah akan mengalami risiko arus modal keluar, sedangkan negara dengan makro fundamental ekonomi yang kuat akan mampu bertahan dari risiko tersebut.

"Dalam laporan kami juga dijelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia meningkat dan pengelolaan fiskal semakin kuat sehingga dinilai mampu bertahan dari risiko capital outflow," ucap dia.




Sebelumnya, bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) pada Rabu 14 Juni menaikkan suku bunga acuannya (fed fund rate/FFR) untuk keempat kalinya sejak Desember 2015, dan mengumumkan rencana untuk mulai memangkas neraca keuangannya.

Bank sentral AS menaikkan target kisaran untuk suku bunga acuan menjadi 1,00 persen sampai 1,25 persen setelah melihat kondisi realisasi dan ekspektasi pasar tenaga kerja serta inflasi.

Perkiraan para pejabat Fed untuk laju kenaikan suku bunga hampir tidak berubah dibandingkan dengan proyeksi pada Maret. Menurut perkiraan mereka, akan ada kenaikan suku bunga satu kali lagi tahun ini, dan tiga kali lagi pada tahun depan.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate di 4,75 persen demi terjaganya stabilitas makro ekonomi dalam negeri sekaligus mengantisipasi tekanan eksternal setelah bank sentral AS menaikkan bunga acuannya pada Rabu malam menjadi 1-1,25 persen.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA