Bappenas Kaji Dampak Digitalisasi terhadap Kenaikan Angka Pengangguran

Desi Angriani    •    Senin, 13 Nov 2017 15:27 WIB
pertumbuhan ekonomipengangguranekonomi indonesia
Bappenas Kaji Dampak Digitalisasi terhadap Kenaikan Angka Pengangguran
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tengah mengkaji dampak digitalisasi terhadap kenaikan angka pengangguran. Adapun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2017 tercatat sebesar 5,50 persen dari jumlah angkatan kerja.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini banyak pabrik atau perusahaan menggunakan tenaga mesin sehingga berimbas pada pengurangan tenaga kerja. Hal seperti ini harus dicarikan solusinya agar tingkat pengangguran bisa ditekan sedemikian rupa.

"Kami di Bappenas sedang lakukan kajian dampak digitalisasi perekonomian terhadap penciptaan kesempatan kerja. Kami antisipasi ketika kita masih punya isu pengangguran di 5,50 persen," katanya, dalam jumpa pers di Gedung Bappenas, Menteng, Jakarta 13 November 2017.

Menurutnya pengurangan tenaga kerja akibat digitalisasi hampir terjadi di semua sektor termasuk jasa dan perbankan. Hal itu diperburuk dengan bertambahnya bonus demografi di mana pemerintah harus menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya bagi usia produktif.

"Tidak hanya ritel, tapi juga sampai sektor perbankan, sektor jasa lain juga mengurangi jumlah orang. Maka akan terjadi masalah pengangguran yang berat," tambah dia.

Bappenas, lanjutnya, juga mengkaji kemungkinan perubahan pola tenaga kerja seiring dengan program vokasi yang tengah digalakkan pemerintah. "Kita juga ingin lihat pola tenaga kerja ke depan ini terkait dengan salah satu program vokasi, prioritas itu untuk antisipasi kita adanya era teknologi," tutup mantan Menteri Keuangan ini.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2017 sebesar 5,50 persen dari jumlah angkatan kerja, atau turun dari TPT Agustus 2016 yang tercatat 5,61 persen.

Dari segi jumlah, terdapat sebanyak 128,06 juta penduduk angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2017 sehingga jumlah pengangguran pada periode tersebut mencapai 7,04 juta orang.

 


(ABD)