2017, Ekonomi RI Tumbuh 5,07%

Desi Angriani    •    Senin, 05 Feb 2018 16:59 WIB
ekonomi indonesia
2017, Ekonomi RI Tumbuh 5,07%
Illustrasi. MI/Dwi Pramadia.

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2017 hanya sebesar 5,07 persen. Angka itu lebih rendah dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) yang sebesar 5,2 persen.

Meski di bawah target,  angka itu merupakan pertumbuhan tertinggi sejak 2014. Tercatat, pada  2014 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,01 persen, 2015 sebesar 4,88 persen dan pada  2016 sebesar 5,03 persen.

"Tapi angka itu tertinggi sejak 2014," kata Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto dalam sebuah jumpa pers di Gedung BPS Pusat, Jakarta,  Senin, 5 Februari 2018.

Kecuk sapaannya menuturkan,  pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Pencapaian tertinggi berada di sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh 9,81 persen disusul jasa lainnya sebesar 8,66 persen dan transportasi dan pergudangan sebesar 8,49 persen.

"Bisa dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia 2017,  industri pengolahan memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 9,81 persen diikuti konstruksi sebesar 0,67 persen dan perdagangan besar eceran, reparasi mobil-sepeda motor 0,59 persen," ungkap dia.

Untuk struktur perekonomian Indonesia menurut lapangan usaha 2017 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu Industri Pengolahan 20,16 persen, Pertanian l,  Kehutanan dan Perikanan sebesar 13,14 persen dan perdagangan besar-eceran, dan reparasi mobil-sepeda motor sebesar 13,01 persen.

Dari sisi pengeluaran, ekonomi Indonesia 2017 tumbuh 5,07 persen didukung oleh pertumbuhan seluruh komponen kecuali komponen impor barang dan jasa. Jika dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan,  komponen PK-RT merupakan sumber pertumbuhan ekonomi utama tahun lalu yakni sebesar 2,69 persen diikuti komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)  sebesar 1,98 persen. Kecuk pun optimistis pada triwulan I-2018 ekonomi dapat tumbuh lebih tinggi dipicu oleh pembangunan infrastruktur yang merata di berbagai daerah.

"Kita harap pertumbuhan ekonomi bisa meningkat dan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat," pungkas dia.


(SAW)