Minggu Ini, Revisi PMK 127 Terkait Pembubaran SPV Selesai

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 22 Sep 2016 13:50 WIB
tax amnesty
Minggu Ini, Revisi PMK 127 Terkait Pembubaran SPV Selesai
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan akan segera menerbitkan aturan revisi terkait Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 127 sebagai aturan pelaksana Undang-Undang pengampunan pajak atau tax amnesty.

"Kita akan melakukan berbagai hal, mungkin revisi yang sedang dilakukan oleh tim saya dan akan diumumkan secepat mungkin. Semoga (minggu ini selesai)," kata Sri Mulyani, ditemui di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Rencananya, revisi akan dilakukan terkait ketentuan pembubaran special purpose vehicle (SPV) atau perusahaan cangkang dari para pemiliki dana yang mengikuti tax amensty terutama repatriasi, maka wajib untuk membubarkan SVP-nya dan membawa uangnya ke Indonesia.

Dengan adanya perubahan aturan, maka kewajiban tersebut nantinya dihapuskan atau dengan kata lain, SVP masih bisa peroperasi. Semenetara itu, pemilik dana hanya diwajibkan mendeklarasikan aset yang dimiliki di SPV yang bersangkutan.

Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Penerimaan Negara Prima Astera Bakti menjelaskan, revisi ini untuk mengakomodir kepentingan masyarakat yang merupakan para wajib pajak besar yang menyimpan uangnya di SPV.

Dirinya menjelaskan, dengan dinamika yang terjadi saat ini, masih ada pihak-pihak  dengan dana besar yang butuh keberadaan SPV untuk kegiatan-kegiatan yang ditujukan di masa mendatang.

"Makanya kami akomodir keperluan itu, kalau WP tidak ingin bubarkan silakan saja, namun kami akan kenakan dengan tarif deklarasi luar negeri. Karena apa, karena kami anggap kepemilikan dari pada aset yang di-declare adalah harta yang ada di SPV-nya," jelas dia.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA