Kenaikan Harga BBM Dinilai Picu Inflasi

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 12 Oct 2018 07:44 WIB
pertaminastok bbmharga bbmIMF-World Bank
Kenaikan Harga BBM Dinilai Picu Inflasi
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Nusa Dua: Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara menilai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa memicu inflasi. Pasalnya, BBM menjadi salah satu komponen yang membentuk inflasi berdasarkan harga yang diatur pemerintah (administered price).

"Berapa besar? Tergantung sisanya berapa bulan. Kalau di 2018 kan tinggal dua bulan, meningkatnya kemungkinan tidak besar," kata Suahasil, di Bali, Kamis, 11 Oktober 2018.

Suahasil menjelaskan apabila inflasi meningkat maka bisa berdampak pada turunnya daya beli. Selama ini pemerintah berpikiran untuk menjaga daya beli masyarakat, sebab faktor kunci 56 persen pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB) berasal dari konsumsi.

Dirinya berharap konsumsi bisa tumbuh 5,1 persen tahun ini. Menurut dia makin tinggi konsumsi maka drmakin tinggi potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Makanya kenapa sampai sekarang kita masih menjaga premium," ujar dia.

Namun, dia menekankan, BBM yang dijual di dalam negeri bukan hanya premium. Premium merupakan BBM yang harganya ditetapkan oleh pemerintah, sementara BBM jenis lain ditetapkan oleh badan usaha. Dia memaklumi keputusan Pertamina yang menaikkan harga BBM Pertatamax Series. Kenaikan tersebut tentu mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan.

Seperti diketahui, Rabu sore, 10 Oktober 2018, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengumumkan penaikan harga premium untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) dari Rp6.550 menjadi Rp7.000 per liter dan luar Jamali dari Rp6.450 menjadi Rp6.900 per liter.

Namun belum ada satu jam setelah pengumuman itu dipublikasikan, Jonan melakukan revisi bahwa penaikan harga premium ditunda. Sementara itu, Pertamina telah menaikkan harga pertamax series dan dex series, serta biosolar Non PSO mulai Rabu kemarin dan berlaku di seluruh Indonesia pukul 11.00 WIB.

Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga pertamax Rp10.400 per liter, pertamax turbo Rp12.250 per liter, pertamina dex Rp11.850 per liter, dexlite Rp10.500 per liter, dan biosolar Non PSO Rp9.800 per liter.

Khusus daerah yang terkena bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah sementara ini harga tidak naik. Penyesuaian harga BBM jenis pertamax, pertamax turbo, dexlite, pertamina dex, dan biosolar Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik.


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

3 days Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA