Menkeu Minta Masyarakat tak Khawatirkan Ekonomi Indonesia

Ahmad Mustaqim    •    Minggu, 11 Mar 2018 19:14 WIB
Menkeu Minta Masyarakat tak Khawatirkan Ekonomi Indonesia
Illustrasi. ANT/Teresia May..

Bantul: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta masyarakat tak mengkhawatirkan ekonomi indonesia. Ia menuturkan jajaran kementerian keuangan terus bekerja dengan baik untuk mengawal perekonomian Indoneai agar bermanfaat bagi rakyat.  

"Angka kemiskinan berada di titik terendah 10,12 persen. Gini rasio menurun dan pembangunan infrastruktur bisa berjalan untuk menopang perekonomian," kata Sri Mulyani dalam acara Dialog Nasional 8, Indonesia Maju di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Minggu, 11 Maret 2018.

Di saat pertumbuhan ekonomi di atas lima persen, utang pemerintah Indonesia pada Desember 2017 sebesar Rp3.938,7 triliun setara dengan rasio 29,2 persen dari PDB Indonesia. Menurut dia, hal itu tidak menjadi larangan karena aturan negara membolehkan utang selama masih di bawah 30 persen PDB. Sri Mulyani juga sempat menyinggung sejumlah negara seperti Jepang dan Amerika yang memiliki utang cukup besar.

"Kalau lihat utang, lihat seluruh APBN dan juga seluruh perkembangan ekonomi. 2016 saya balik ke Indonesia dan mengurangi anggaran belanja. Pengelolaan APBN se-prudent mungkin," ungkapnya.

Ia menegaskan Kementerian Keuangan melakukan pengelolaan keuangan sesuai prinsip dan dengan pertimbangan dan tidak ngawur. Prinsipnya alokasi keuangan, lanjutnya, didasarkan distribusi dan stabilisasi.

"APBN hanya sebagai instrumen. Utang juga alat. Untuk mendorong investasi, pemerintah juga mengupayakan stabilitas keamanan, kepastian hukum, dan penegakan hukum yang tegas," kata dia.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menambahkan polisi memiliki andil dalam perekonomian negara. Sebab, keamanan berpengaruh dengan iklim perekonomian di suatu negara.

"Pertumbuhan ekonomi kita di atas lima persen. Persaingan dunia sekarang bukan militer, tapi ekonomi. Siapa yang ekonomi kuat akan mendominasi," ujar dia.

Ia memiliki keyakinan Indonesia bisa menjadi kekuatan ekonomi dunia. Sebab, Indonesia populasi besar (angkatan kerja), sumber daya melimpah, dan luas wilayah yang besar.

"Kepolisian membantu menjaga stabilitas politik dan keamanan, menangani konflik sosial, kasus-kasus di lapangan, dan narkotika," ungkapnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan pihaknya menopang pertumbuhan perekonomian dengan beragam pembangunan infrastruktur. Ia menyebut Pulau Miangas sebagai pulau terluar di perbatasan utara Indonesia bisa terhubungkan dengan pesawat udara.

"Kami juga mengawasi dua ribu lebih pelabuhan, 15 trayek tol laut. Lebaran tahun ini, Jakarta, Semarang, dan Solo akan tersambung oleh tol," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/PT PII, Armand Hermawan mengatakan bahwa dirinya sependapat dengan Menteri Keuangan terkait peningkatan pada konsumsi, investasi, ekspor dan pengelolaan APBN yang diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan tumbuh sebesar 7%. 
 
Armand menambahkan bahwa salah satu indikator pembangunan Nasional adalah terwujudnya percepatan pembangunan infrastruktur dalam negeri, baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang. Pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dipercaya dapat mendukung pertumbuhan aktivitas rantai ekspor sehingga infrastruktur menjadi tulang punggung dalam memudahkan alur barang, alur jasa dan alur informasi. 
 
“Dalam mewujudkan pertumbuhan ekspor, diperlukan banyak fasilitas pendukung, termasuk infrastruktur pendukung produksi maupun distribusi. Dengan infrastruktur yang lebih baik, maka proses ekspor meliputi alur barang, jasa dan juga informasi tentunya menjadi lebih lancar,” jelas Armand.


 
(SAW)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

4 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA