Sejumlah Risiko Ancam Perbaikan Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 12 May 2017 16:05 WIB
ekonomi dunia
Sejumlah Risiko Ancam Perbaikan Pertumbuhan Ekonomi Dunia
Gubernur BI Agus Martowardojo. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyambut baik revisi pertumbuhan ekonomi dunia untuk 2017. Jika sebelumnya selalu direvisi ke bawah dalam lima tahun terkahir ini, pertumbuhan ekonomi global ditaksir lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, pertumbuhan ekonomi dunia yang lebih baik tetap menyimpan sejumlah risiko. Salah satu risiko yang muncul adalah apakah pertumbuhan ekonomi dunia yang lebih baik ini bisa bertahan untuk jangka waktu yang lama dan berkesinambungan.

"Dan tentu ini karena investasi di negara-negara maju maupun di negara berkembang itu belum tumbuh secara berarti," kata Agus ditemui di kompleks perkantoran BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat 12 Mei 2017.

Baca: Melihat Secercah Harapan Gerak Ekonomi Dunia di 2017

Dirinya menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang ideal adalah yang dipengaruhi oleh tingginya investasi. Sayangnya saat ini perbaikan pertumbuhan ekonomi lebih banyak dipengaruhi oleh tingkat konsumsi yang meningkat dibandingkan dari tingkat investasi.

Selain itu, risiko terhadap pertumbuhan ekonomi global juga dipengaruhi oleh rencana kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS). Jika bank sentral AS, the Fed, menaikkan suku bunga dan pemerintahnya menjalankan kebijakan yang proteksionisme maka akan menganggu upaya pemulihan ekonomi dunia.

"Kita juga melihat bahwa risiko yang lain tentu terkait dengan kebijakan yang akan dikeluarkan AS yang terkait dengan perdagangan ataupun fiskalnya. Nanti kalau seandainya perdagangan proteksionis, bisa berdampak pada dunia," jelas dia.

Sementara itu, masalah geopolitik di Eropa diprediksi tidak akan berdampak negatif pada upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi global. Hal ini bisa dilihat setelah pemilihan presiden Prancis yang berjalan normal, justru membawa dampak positif bagi perekonomian.

 


(AHL)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

18 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA