BPD Berperan Kembangkan Perekonomian

   •    Sabtu, 15 Apr 2017 10:30 WIB
bpd
BPD Berperan Kembangkan Perekonomian
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Keberadaan bank pembangunan daerah (BPD) harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah secara maksimal. Apalagi saat ini banyak proyek besar mengalir ke daerah.

Dirut Bank Jateng Supriyatno mengatakan pihaknya telah melakukan transformasi bisnis untuk mewujudkan visi sebagai agen pembangunan daerah.

Itu terlihat dari pertumbuhan aset yang naik signifikan dari Rp30,7 triliun pada 2013 menjadi Rp51,25 triliun pada 2016 dan menempati urutan kedua BPD sebagai aset terbesar.

Penyaluran kredit juga tumbuh 17,86 persen atau naik dari Rp30,68 triliun di 2015 menjadi Rp36,16 triliun di 2016. Tahun ini BPD Jateng menargetkan penyaluran kredit dapat mencapai Rp40 triliun, yang diutamakan kepada sektor UMKM.

Baca: OJK: Transformasi BPD Masih Terkendala

"Bank Jateng siap membiayai investasi-investasi di Jawa Tengah. Di samping kegiatan Industri, investasi yang paling besar sekarang adalah UMKM. Porsi kredit produktif UMKM harus ditingkatkan karena dengan UMKM mampu mendorong daya beli masyarakat dan mengurangi kemiskinan," ujarnya dalam focus group discussion dengan tema Peranan Jawa Tengah dalam investasi nasional, di Jakarta.

Bank Jateng memiliki skema kredit Mitra Jateng 25 yang bunganya tujuh persen dan plafon Rp25 juta serta tanpa agunan. Hingga 31 Maret 2017, program itu berhasil merangkul 11.540 debitur dengan total plafon Rp221,52 miliar.

Skema kredit seperti itu, lanjutnya, menarik masyarakat dan bisa dilakukan BPD lainnya. Namun, kendalanya, permodalan BPD-BPD saat ini minim. Dengan permodalan minim, BPD tidak bisa membiayai dengan porsi yang besar.

Baca: OJK Ingin Pemda Ikut Majukan Peran BPD

"Usul saya, selain kredit subsidi yang dilaksanakan dengan KUR, bisa ada alternatif pembiayaan lain. Porsi subsidi itu juga diberikan kepada bank-bank daerah dalam penyertaan modal pemerintah dalam bentuk pemodalan. Dengan meningkatnya pemodalan BPD, porsi pembiayaan UMKM akan meningkat lagi. Sudah kreditnya murah, tanpa agunan, dan cepat dan NPL nol persen dapat dilakukan BPD seluruh Indonesia," jelasnya.

Direktur Bisnis dan Pemasaran Bank Jateng Pujiono lebih lanjut menjelaskan tahun ini bank mengalokasikan Rp5,5 triliun atau hampir 80 persen untuk sektor produktif dan 20 persen di sektor konsumtif. Sampai kuartal 1 2017, kredit yang sudah disalurkan sebesar Rp35,4 triliun yang 30 persen-nya ke sektor produktif. (Media Indonesia)

 


(AHL)

Kebijakan HET Diyakini Efektif Cegah Gejolak Harga

Kebijakan HET Diyakini Efektif Cegah Gejolak Harga

11 hours Ago

Penerapan kebijakan HET yang dikeluarkan Kemendag dinilai akan menjadi panduan konsumen dalam m…

BERITA LAINNYA