Total Investasi Program i23J Batam Capai USD225,3 Juta

Anwar Sadat Guna    •    Sabtu, 12 Aug 2017 12:09 WIB
investasi di batam
Total Investasi Program i23J Batam Capai USD225,3 Juta
Anggota 5/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Gusmardi Bustami (ketiga dari kiri). (FOTO: MTVN/Anwar Sadat)

Metrotvnews.com, Batam: Sepuluh investor asing dan satu Penanaman Modal Dalam Negeri (PDMA) telah memanfaatkaan fasilitas Izin Investasi 3 Jam (i23J) untuk menanamkan modalnya di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam. Total nilai investasi dari 11 perusahaan tersebut sekitar USD225,3 juta.

"Seluruh perusahaan tersebut bergerak di berbagai bidang industri. Para investor asing dan PDMA ini memanfaatkan fasilitas i23J sejak mulai diluncurkan pada 1 September 2016," kata Anggota 5/Deputi Bidang Pelayanan Umum Badan Pengusahaan (BP) Batam, Gusmardi Bustami, Jumat 11 Agustus 2017.

Ke-10 perusahaan tersebut, adalah PT LNG Easy Batam, bergerak di bidang usaha floating strorage asal Singapura dan nilai investasi USD88 juta, PT Enerco RPO Internasional bidang oil refinery (PMDN/USD90 juta), PT Blackmagic Design Manufactur, industri peralatan film dan broadcast (Australia/USD4 juta).

Selanjutnya, PT Esun Internasional Utama Indonesia, daur ulang logam dan nonlogam (Singapura/USD4 juta), PT Infocus Consumer Internasional Indonesia, industri peralatan komunikasi tanpa kabel (Singapura-Tiongkok/USD4 juta), serta PT Indo Kreasi Grafika, industri kemasan dan kotak (Malaysia/USD3,8 juta).

Kemudian PT Asus Technology Indonesia Batam, industri peralatan komunikasi tanpa kabel (Taiwan/USD9 juta), PT Shin Preform Plastic, industri barang plastik lainnya YTDL (Taiwan/USD4,5 juta), PT Mes Machinery Indonesia, dan industri alat pengangkat dan pemindah (Jepang/USD4 juta).

Sementara dua perusahaan lainnya yakni PT Mitech Arensis Internasional, industri mesin pembangkit listrik (Puertorico-Indonesia/USD10 juta), dan PT Maknum Teknologi Indonesia, industri motor listrik (Tiongkok-Indonesia/USD4 juta).

"Seluruh perusahaan ini akan menempati beberapa kawasan industri di Batam. Setelah mendapatkan i23J, di saat bersamaan para investor sudah bisa membangun atau konstruksi sembari mengurus KILK (Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi)," jelas Gusmardi.

Adapun dari 11 perusahaan yang sudah mendapatkan i23J tersebut, sambung Gusmardi, satu perusahaan sudah berproduksi dan menjual produknya keluar yakni PT Blackmagic Design Manufactur.

Sedangkan enam perusahaan di antaranya sudah realisasi, yakni mendapatkan lokasi, merekrut tenaga kerja, dan progres untuk mulai beroperasi. "Dan empat perusahaan lainnya saat ini sedang proses untuk menetapkan lahan/lokasi dan membangun pabriknya," kata Gusmardi.

Ia menambahkan, selain 11 perusahaan tersebut, saat ini terdapat 25 perusahaan di Batam yang sudah mendapatkan izin prinsip dan mulai beroperasi untuk membuat produknya. Total nilai investasi dari 25 perusahaan itu mencapai USD298 juta.

"Jumlah tenaga kerja yang mampu terserap di 25 perusahaan ini mencapai 1.140 tenaga kerja. Perusahaan-perusahaan ini sudah mulai beroperasi pada semester I-2017," jelasnya.

Gusmardi menuturkan, kehadiran sejumlah perusahaan asing maupun PDMA di Batam diakui belum mampu memberi konstribusi lebih bagi perekonomian Batam karena perusahaan-perusahaan tersebut baru akan berproduksi di Batam.

"Konstribusinya baru akan terlihat pada semester II tahun ini saat perusahaan-perusahaan tersebut sudah berproduksi dan mampu menjual produknya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri," pungkasnya.


(AHL)