Penyederhanaan Tarif Cukai Rokok Harus Dipercepat

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 04 Jul 2018 16:05 WIB
industri rokokrokokcukai tembakau
Penyederhanaan Tarif Cukai Rokok Harus Dipercepat
Ilustrasi tembakau. (Foto: Antara/Aditya).

Jakarta: Pemerintah diimbau dapat mempercepat penyederhanaan layer tarif cukai menjadi lima layer pada 2019 sehingga bisa menciptakan keadilan di industri rokok nasional.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi XI Amir Uskara berharap target lima layer di 2021 bisa dipercepat menjadi di 2019 atau 2020 demi keadilan. "Menurut saya lebih cepat lebih bagus," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 4 Juli 2018.

Penyederhanaan layer tarif cukai rokok telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146 Tahun 2017 Tentang Tarif Cukai Tembakau. Untuk tahun ini, layer tarif cukai rokok berjumlah 10. Pada 2019 sampai 2021 nanti, tarif cukai rokok disederhanakan setiap tahunnya menjadi 8, 6, dan lima layer.

Amir mengungkapkan sebelum ada kebijakan pemangkasan layer tarif cukai rokok, banyak pabrikan yang berbuat curang. "Kadang yang produksi tiga miliar per batang dikurangi jadi 2,9 miliar per batang supaya tidak kena. Karena itu, dari dulu kami minta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk meminimalisasi," ucap Amir.

Adapun dalam PMK tersebut, Pemerintah secara resmi juga telah mengatur suatu kebijakan berupa roadmap penyederhanaan struktur tarif cukai hasil tembakau. Roadmap penyederhanaan struktur tarif cukai ditetapkan selama periode 2018 hingga 2021.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani sebelumnya menuturkan banyaknya layer tarif cukai rokok sempat dikeluhkan para pengusaha. Namun ternyata industri rokok menyambut positif PMK 146/2017.

"Mereka (industri) sangat senang dengan penyederhanaan ini sehingga mengurangi pabrikan besar bermain di layer kecil. Sekarang layer tarif menjadi sederhana dan sangat jelas," ucapnya.

Plt Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal Bea Cukai Nugroho Wahyu sempat mengatakan penyederhanaan tarif cukai rokok akan meningkatkan penerimaan negara. Selama ini, kata dia, 96,4 persen penerimaan cukai negara berasal dari Cukai Hasil Tembakau (CHT).

"Dampaknya untuk penerimaan iya, ini akan naik. Jadi cukai rokok ini cair sekali," tuturnya.

Kemenkeu telah menetapkan kenaikan tarif cukai rokok di 2018 di kisaran 10 persen. Ketentuan itu tercantum dalam PMK tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Kebijakan ini berlaku mulai 1 Januari 2018. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, kenaikan cukai ini didasarkan beberapa aspek antara lain aspek pengendalian konsumsi, aspek rokok ilegal, aspek tenaga kerja, dan juga aspek penerimaan negara.

 


(AHL)