Wapres Nilai Wajar Negara Berutang

Dheri Agriesta    •    Selasa, 29 Jan 2019 16:46 WIB
utang luar negerikementerian keuangan
Wapres Nilai Wajar Negara Berutang
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (FOTO: Media Indonesia)

Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla angkat bicara terkait pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tentang Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang mencetak utang. Kalla menegaskan wajar jika negara berutang.

"Sering saya katakan suatu negara untuk berkembang lebih cepat harus membangun masa depannya yang tentu belum ada penerimaannya, jadi artinya berutang," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 29 Januari 2019.

Kalla mengatakan negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat juga tak luput dari utang. Jepang misalnya mengutang kepada lembaga pensiun yang ada di negaranya.

Amerika Serikat juga tak luput dari utang. Bedanya, Amerika berutang dengan cara mencetak uang.




Indonesia juga biasa menggunakan beberapa lembaga untuk menanamkan modal, seperti Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS).

"Artinya Menteri Keuangan ya tentu selain menerima pajak juga mengeluarkan, dan defisit itu selalu ada, defisit itu ditalangi dengan utang," kata Kalla.

Namun, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menegaskan yang paling penting bukan jumlah utang negara. Tapi, kesanggupan negara membayar utang itu.

"Dan pengalaman kita sejak pemerintahan sebelumnya, Pak Harto, Ibu Mega, Pak Gus Dur, itu semua bisa dibayar utang-utang yang ada saat itu. Kecuali saat krisis, kita dibantu IMF," kata Kalla.

Kalla menjamin Indonesia sanggup membayar seluruh utang yang ada. Ia menegaskan tak pernah ada utang Indonesia yang belum dibayar hingga masa jatuh tempo.

"Buktinya kan tidak ada utang kita yang jatuh tempo yang tidak kita bayar, bahwa kemudian kita pinjam lagi itu cara pengelolaan keuangan," pungkas pria asal Makassar itu.

 


(AHL)