Tax Amnesty Mampu Perkuat Cadangan Devisa dan Rupiah

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 29 Jun 2016 07:33 WIB
tax amnesty
<i>Tax Amnesty</i> Mampu Perkuat Cadangan Devisa dan Rupiah
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menilai, aturan pengampunan pajak (tax amnesty) bisa berdampak baik bagi Indonesia. Salah satunya adalah bakal menguatnya cadangan devisa seiring banyaknya dana yang masuk ke Tanah Air.

Sebagaimana diketahui, Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) akhirnya menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) pengampunan pajak atau tax amnesty untuk menjadi UU pengampunan pajak.

Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mencontohkan, pada 2010 banyak modal asing yang masuk ke negara berkembang. Indonesia menjadi salah satu destinasi tujuan modal asing karena adanya kebijakan quantitative easing oleh Amerika Serikat (AS).

"Saat itu, cadangan devisa Indonesia, karena modal masuk banyak, BI bisa akumulasi dolar yang banyak. Pas 2008 cadangan devisa kita USD60 miliar kemudian terus naik 2010 naik jadi USD120 miliar," ujarnya di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (28/6/2016) malam.

Selain memperkuat cadangan devisa, UU tax amnesty juga mendorong penguatan terhadap nilai tukar rupiah. Hanya saja, seberapa besar penguatan masih akan bergantung pada total dana repatriasi yang masuk serta penggunaan data tersebut.

"Ya rupiah akan ada kecenderungan menguat dan seberapa menguatnya tergantung dana yang masuk dan digunakan untuk apa dana repatriasi tersebut," tambah Deputi Gubernur BI Pery Warjiyo.

Namun begitu, BI tetap akan menjaga pergerakan rupiah sesuai dengan fundamentalnya. Jika rupiah terlalu kuat, maka bank sentral akan melakukan intervensi sama seperti ketika terjadi pelemahan mata uang rupiah.

"Kalau rupiah kuat banget kita beli, BI enggak akan biarkan (rupiah) terlalu kuat juga, BI kan punya mekanisme dan BI selalu ada di pasar," pungkas Perry.


(AHL)