Sri Mulyani: Seribu Kali Naikkan Gaji tak Cukup Penuhi Pegawai Pajak Tamak

Suci Sedya Utami    •    Sabtu, 26 Nov 2016 18:07 WIB
ditjen pajakott pejabat ditjen pajak
Sri Mulyani: Seribu Kali Naikkan Gaji tak Cukup Penuhi Pegawai Pajak Tamak
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)

Metrotvnews.com, Bogor: Salah satu yang menjadi alasan pegawai pajak tersangkut kasus korupsi dan suap hingga masuk dalam tangkapan KPK adalah karena gaji yang dirasa tak cukup. Namun, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menilai pandangan itu salah.

Ani menegaskan, gaji dinaikkan sebanyak apa pun, tetap tak akan cukup untuk menghilangkan sikap tamak terhadap harta yang ada di pribadi pegawai.

"Dinaikkan 1.000 kali pun enggak akan cukup kalau itu orang yang tamak," kata Ani, dalam pelatihan media keuangan di Hotel Aston, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2016).

Baca: Darmin Akui Gaji Pegawai Pajak Lumayan Besar

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan, dari laporan KPK terhadap operasi tangkap tangan (OTT) pada kasus dugaan suap Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak HS ada tagihan pajak yang harus dibayarkan PT EK Prima Ekspor Indonesia Rp78 miliar namun minta dihilangkan sehingga bayarnya 10 persennya atau Rp7 triliunan dengan iming-iming diberikan uang sogok.

"Saya enggak akan bisa menaikkan gaji eselon III menjadi Rp1 miliar sekali pun," tutur dia.

Baca: Wuih, Gaji Pejabat & Pegawai Pajak Paling Tinggi

Namun dirinya menjadmin, di Kementerian Keuangan gaji dan tunjangan cukup untuk menjadikan orang-orang di kelas menengah.

Lebih jauh dirinya menekankan pada para pegawainya, bukan hanya di tingkat eselon pajak, bahwa bertujuan untuk membuat diri kaya raya maka tempat mereka bukanlah di Kemenkeu.

"Lebih baik Anda jadi pebisnis saja," jelas dia.


(AHL)