Juli 2017, DKI Jakarta Inflasi 0,40%

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 02 Aug 2017 11:57 WIB
inflasi
Juli 2017, DKI Jakarta Inflasi 0,40%
Ilustrasi. (FOTO: MI/Galih Pradipta)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia Kantor Perwakilan DKI Jakarta mencatat inflasi Juli 2017 sebesar 0,40 persen (mtm). Pencapaian ini sedikit lebih rendah dari inflasi bulan Juni 2017 yang sebesar 0,46 persen (mtm). Dengan perkembangan ini, sejak awal tahun 2017 inflasi Jakarta mencapai 2,72 persen (ytd), atau 3,69 persen (yoy).

Kepala KPw BI DKI Jakarta Doni P. Joewono mengatakan, penurunan inflasi pasca bulan Lebaran di tahun ini tidak serendah tahun-tahun sebelumnya yaitu 0,34 persen terkait dengan adanya kenaikan harga rokok, biaya pendidikan, dan masih meningkatnya beberapa tarif angkutan.

"Hal ini mengakibatkan inflasi Jakarta pada Juli 2017 tercatat lebih tinggi dari inflasi nasional yang sebesar 0,22 persen (mtm)," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu 2 Agustus 2017.

Turunnya tekanan inflasi Jakarta pada Juli 2017, terutama didorong oleh turunnya harga-harga komoditas yang termasuk dalam kelompok bahan makanan. Kelompok bahan makanan hanya mencatat kenaikan indeks harga sebesar 0,06 persen (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 0,12 persen (mtm).

Sejalan dengan berakhirnya periode Lebaran, tekanan harga dari kelompok sandang juga melemah. Kondisi ini ikut berkontribusi terhadap turunnya tekanan inflasi pada bulan Juli di Jakarta. melemahnya tekanan harga pada kelompok sandang didorong oleh penurunan tekanan harga pada subkelompok komoditasnya seperti subkelompok sandang pria dewasa dan subkelompok sandang wanita dewasa.

Namun kenaikan harga pada beberapa komoditas yang termasuk dalam subkelompok transpor, tembakau, dan pendidikan, menahan laju penurunan inflasi Jakarta. Kenaikan harga angkutan udara yang masih cukup tinggi menjadi faktor utama tertahan penurunan laju inflasi Jakarta. Pada Juli 2017 angkutan udara mencatat kenaikan harga sebesar 13,12 persen (mtm).

Kenaikan harga ini lebih tinggi dari periode Lebaran yang mencatat kenaikan harga sebesar 12 persen (mtm). Selain angkutan udara, kenaikan harga yang terjadi pada subkelompok transpor juga didorong oleh kenaikan tarif kereta api sebesar 6,22 persen (mtm). Masih diwarnai oleh periode libur sekolah menjadi penyebab masih tingginya permintaan masyarakat terhadap jasa layanan angkutan udara dan angkutan kereta api.

Memasuki awal tahun ajaran baru, kegiatan konsumsi masyarakat terhadap komoditas terkait dengan pendidikan juga meningkat. Pada Juli 2017 subkelompok pendidikan mencatat inflasi sebesar 1,16 persen (mtm). Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya konsumsi masyarakat terkait dengan kegiatan pendidikan pada level sekolah menengah atas yang mencatat inflasi sebesar 4,49 persen (mtm).

Tekanan harga pada subkelompok pendidikan pada Agustus diperkirakan masih akan ada, namun lebih disebabkan oleh meningkatnya konsumsi masyarakat terkait dengan pengeluaran pendidikan di level perguruan tinggi, kendati tekanannya relatif terbatas.

 


(AHL)