Pertumbuhan Ekonomi Dunia Membaik

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Capai 5,4%

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 18 May 2017 20:52 WIB
ekonomi indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Capai 5,4%
Illustars. ANT/Sigid Kurniawan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) memproyeksikan kedepannya perekonomian dunia akan membaik karena ada peningkatan pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat (AS), Tiongkok, Eropa, dan Jepang.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, perekonomian di AS meningkat karena didukung oleh konsumsi yang solid serta peningkatan investasi non-residensial. Lalu, perekonomian Tiongkok membaik karena meningkatnya kegiatan investasi swasta dan perbaikan ekspor.

Sementara pertumbuhan ekonomi di Eropa juga membaik karena didorong oleh meningkatnya kinerja sektor manufaktur sejalan dengan perbaikan konsumsi dan ekspor, serta telah menurunnya risiko geopolitik pasca Pemilihan Presiden di Prancis.

Pertumbuhan ekonomi Jepang juga diproyeksikan meningkat karena kenaikan permintaan domestik dan ekspor telah mendorong perbaikan pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

"Peningkatan prospek ekonomi dunia ditopang oleh meningkatnya pertumbuhan ekonomi  di AS, Tiongkok, Eropa dan Jepang," kata Agus Martowardojo, di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Kamis 18 Mei 2017.

Menurutnya, sejalan dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi dunia tersebut, volume perdagangan dunia dan harga komoditas non migas juga akan mengalami peningkatan.

Namun kendati demikian, katanya, sejumlah risiko terhadap perekonomian global tetap perlu diwaspadai, antara lain kenaikan Fed Fund Rate, kebijakan fiskal dan perdagangan serta penurunan besaran neraca bank sentral AS, dan perkembangan geopolitik di beberapa kawasan, khususnya di Semenanjung Korea.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2017 tercatat membaik. Pertumbuhan pada triwulan I-2017 tercatat sebesar 5,01 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,94 persen (yoy) dan triwulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,92 persen (yoy).

"Pertumbuhan yang tinggi tercatat pada ekspor dan belanja pemerintah. Perbaikan kinerja ekspor terutama dipengaruhi oleh membaiknya harga komoditas global, seperti batu bara dan karet, serta meningkatnya pertumbuhan ekonomi dunia," jelas Agus.

Selain itu, ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga didorong oleh belanja barang dan modal pemerintah dalam memperbaiki kinerja investasi terutama investasi bangunan.

"Bank Indonesia memperkirakan perekonomian 2017 akan tumbuh dalam kisaran 5,0-5,4 persen (yoy). Prospek perbaikan ekonomi tersebut terutama ditopang oleh ekspor dan investasi yang terus membaik, serta konsumsi yang tetap kuat," tutup dia.


(SAW)