Amnesti Pajak Ditaksir Sulit Tembus Rp165 Triliun hingga Akhir Tahun

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 29 Dec 2016 13:08 WIB
tax amnesty
Amnesti Pajak Ditaksir Sulit Tembus Rp165 Triliun hingga Akhir Tahun
Antrean peserta pajak di kantor Ditjen Pajak. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat perpajakan Yustinus Prastowo menilai target amnesti pajak sebesar Rp165 triliun sulit dicapai hingga akhir 2016, mengingat pergantian tahun tingga tersisa dua hari lagi.

Data statistik amnesti pajak tercatat, realisasi pajak yang terkumpul berdasarkan surat setoran pajak (SSP) hingga saat ini baru mencapai Rp105 triliun yang mana riil tebusan Rp101 triliun, sementara sisanya Rp3,06 triliun adalah pembayaran tunggakan dan Rp680 miliar merupakan pembayaran bukti permulaan.

"Kayaknya berat Rp165 triliun, dari dulu kita juga sudah memperkirakan memang ketinggian dengan tarif dua hingga tiga persen. Tapi untuk tebusan saya kira sudah cukup," kata Pras pada Metrotvnews.com, Kamis (29/12/2016).

Ia mengatakan progres tax amnesty di periode kedua memang sangat lambat dan di luar dugaan seperti periode pertama. Apalagi perbankan sudah mau tutup buku, bahkan beberapa perusahaan juga sudah tutup buku sehingga tidak ada aktivitas lagi.




"Saya lihatnya enggak ada lonjakan seperti periode pertama di dua hari terakhir. Kelihatannya banyak yang enggak mau memanfaatkan dengan berbagai alasan," tutur dia.

Maka dari itu, sisanya perlu didorong di periode ketiga yakni 1 Januari-31 Maret 2017. Namun tidak usah fokus dengan berapa tebusan, namun fokus pada partisipasi wajib pajak yang terdaftar sesuai data yang akurat namun belum ikut tax amnesty atau yang belum memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP), terutama pelaku UMKM.

Dia menganalogikan ada lima juta wajib pajak baru dan ada 400 kantor pelayanan pajak (KPP). Misalnya setiap KPP mengejar 25 ribu wajib pajak, atau tinggal di rata-rata saja misalnya di wilayah Jakarta lebih banyak dan di luar Jawa lebih sedikit, dengan pembagian itu Pras yakin bukan hanya partisipasi, tapi juga target tercapai.

"Jadi periode ketiga mendorong kesadaran untuk patuh dan meningkatkan jumlah partisipan saja, enggak usah ada target tebusan dan deklarasi, karena periode ketiga tarifnya sudah mahal lima persen, yang paling mungkin dimanfaatkan adalah UMKM yang hanya 0,5 persen," jelas Pras.


(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

2 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA