Pemerintah Pastikan Pengelolaan Utang 2019 Terjaga

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 31 Oct 2018 16:54 WIB
utang luar negeri
 Pemerintah Pastikan Pengelolaan Utang 2019 Terjaga
Menkeu Sri Mulyani. MI/Erlangga.

Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memastikan utang untuk tahun depan akan tetap terkendali. Pemerintah juga akan memastikan agar risiko dari pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terukur dan terjaga.

"Kesehatan dan kemandirian APBN 2019 dicerminkan dengan keseimbangan primer yang semakin kecil menuju nol," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018.

Selain itu, dirinya juga akan menjaga defisit dan pembiayaan utang yang menurun sehingga rasio utang terkendali dalam batas aman. Dalam Undang-Undang (UU), maksimal utang dibatasi sebesar 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Dirinya menjelaskan, pembiayaan utang tahun depan diproyeksikan sebesar Rp359,3 triliun. Jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan dengan outlook pembiayaan utang pada tahun ini yang sebesar Rp387,3 triliun.

Selain itu, defisit keseimbangan primer tahun depan juga ditargetkan akan lebih rendah dari tahun yakni sebesar Rp 20,1 triliun. Adapun defisit anggaran juga ditargetkan semakin mengecil di tahun depan yakni sebesar 1,84 persen terhadap PDB. 

"Pembiayaan utang 2019 menurun dari tahun-tahun sebelumnya dan bahkan menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir, yang mencerminkan APBN yang semakin sehat dan mandiri," jelas dia. 

Pembiayaan utang, lanjut dia, akan dioptimalkan sebagai instrumen yang dapat memacu perekonomian, dengan mendorong peran swasta, BUMN dan Badan Layanan Umum (BLU) untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur, melalui skema pembiayaan kreatif dan inovatif. 

Adapun hingga September 2018, total utang pemerintah sampai September 2018 berjumlah Rp4.416,37 triliun atau naik sebesar Rp549,92 triliun dari Rp3.866,45 triliun di September 2017. Dari total utang tersebut, terdiri dari pinjaman sebesar Rp823,11 triliun dan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp3.593,26 triliun

Secara rinci, pinjaman luar negeri sebesar Rp816,73 triliun dan pinjaman dalam negeri sebesar Rp6,38 triliun. Sedangkan SBN terdiri dari denominasi rupiah sebesar Rp2.537,16 triliun dan denominasi valas sebesar Rp1.056,10 triliun.


(SAW)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

9 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA