Annual Meeting IMF-WB 2018

RI-Singapura Kerja Sama Repo dan Swap USD10 Miliar

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 12 Oct 2018 06:43 WIB
IMF-World Bank
RI-Singapura Kerja Sama Repo dan <i>Swap</i> USD10 Miliar
Kerja sama Indonesia dan Singapura. (FOTO: dok BI)

Nusa Dua: Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral Singapura (Monetary Authority of Singapore (MAS) sepakat mengelola likuiditas valas secara bilateral (Bilateral Liquidity Management Arrangement-BLMA).

Kerja sama ini disepakati oleh kedua pimpinan negara pada Kamis, 11 Oktober 2018 di Hotel Lagoon, Nusa Dua, Bali, dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018.

Kerja sama ini diwakilkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama keuangan antara Indonesia dan Singapura dalam rangka mendukung stabilitas moneter dan keuangan kedua negara.

Kerja  sama ini diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap upaya menjaga kestabilan moneter dan pendalaman pasar keuangan, serta memperkuat cadangan devisa.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan pemimpin kedua negara memandang kawasan ini, termasuk Indonesia, telah memiliki ketahanan menghadapi ketidakpastian global. Kedua negara sepakat mempererat kerja sama kawasan maupun bilateral untuk memperkuat stabilitas moneter dan keuangan masing-masing negara. Selanjutnya, pokok-pokok dan detail kerja sama akan ditindaklanjuti oleh BI dan MAS.

Kerja sama keuangan yang disusun kedua bank sentral akan mencakup repo dan perjanjian swap dengan mata uang lokal (Local Currency Swap Arrangements). Total nilai kesepakatan mencapai ekuivalen USD10 miliar. Kesepakatan ini akan memperkuat kerja sama yang telah ada saat ini, yaitu Bilateral Repurchase Agreement (BRA) yang ditandatangani pada 18 November 1995 senilai USD1 miliar.

Adapun kerja sama keuangan tersebut merupakan penanda eratnya hubungan antara Indonesia dan Singapura, dan mencerminkan komitmen yang kuat dari kedua pemimpin untuk meningkatkan stabilitas dan pengembangan ekonomi di kawasan.

Tema kerja sama dan koordinasi antarnegara memang kental diangkat dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, dan dipercaya sebagai sebagai salah satu kunci ketahanan ekonomi dalam menghadapi tantangan global.


(AHL)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

3 days Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA