BPS Catat Inflasi November Capai 0,20%

Desi Angriani    •    Senin, 04 Dec 2017 12:20 WIB
inflasiinflasi deflasibpsekonomi indonesia
BPS Catat Inflasi November Capai 0,20%
Kepala BPS Suharyanto (Foto: MTVN/Desi Angriani)

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) di November 2017 sebesar 130,35 dan mengalami inflasi 0,20 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender tercatat 2,87 persen dan inflasi tahun ke tahun 3,30 persen.

Dari 82 kota IHK, sebanyak 68 kota mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi. "Inflasi tertinggi terjadi di Singaraja sebesar 1,80 persen dan terendah di Bekasi dan Palopo sebesar 0,02 persen," kata Kepala BPS Suharyanto, dalam sebuah konferensi pers, di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin, 4 Desember 2017.

Sedangkan deflasi tertinggi terdapat di daerah Tual sebesar 2,74 persen dan deflasi terendah di Manokwari sebesar 0,02 persen. Inflasi disumbang oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran khususnya kelompok bahan makanan yang sebesar 0,37 persen.

"Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran," imbuh dia.



Selain itu inflasi disumbang kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,22 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,13 persen, kelompok sandang sebesar 0,12 persen, kelompok kesehatan 0,27 persen, kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga sebesar 0,10 persen serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,09 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada November 2017, antara lain cabai merah, beras, bawang merah, daging ayam ras, ikan segar, telur ayam ras, mi, rokok kretek filter, dan bensin. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain apel, jeruk, tomat buah, dan bawang putih.

Pemerintah diminta mewaspadai inflasi yang mungkin terjadi pada Desember imbas dari hari Natal dan tahun baru dengan melakukan berbagai macam upaya agar tingkat inflasi bisa terkendali dengan baik.

"Perlu perhatian khusus di Desember agar tetap terkendali sehingga target tercapai," tutup dia.

 


(ABD)