Terkait Pengakuan AS terhadap Yerusalem

Pemerintah Amati Perkembangan Geopolitik terhadap Perekonomian

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 07 Dec 2017 15:48 WIB
timur tengah
Pemerintah Amati Perkembangan Geopolitik terhadap Perekonomian
Kota Jerusallem. Dok:AFP.

Jakarta: Pemerintah turut mengamati perkembangan geopolitik yang tengah terjadi saat ini yakni pengakuan Amerika Serikat (AS) terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel ke perekonomian Indonesia.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memonitor perkembangan terkini seluruh elemen yang tentunya bisa memberi pengaruh bagi perekonomian.

"Kita lakukan monitoring secara cermat, kita perhatikan faktor-faktor itu dalam pemahaman kita," kata Suahasil di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis, 7 Desember 2017.

Suahasil mengatakan koordinasi di setiap lembaga dan otoritas di masing-masing sektor. Di sektor keuangan, tentunya Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga ikut memonitor.

"Mekanisme koordinasi yang dilakukan sistem keuangan secara keseluruhan, di situ kita punya seluruh elemen yang bekerja melakukan pemantauan, lalu melakukan monitoring secara baik," tutur dia.

Lagi pula, Suahasil menganggap jika terjadi tekanan dari keputusan AS tersebut, Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat untuk bisa menangkal mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, cadangan devisa, dan sistem keuangan.

Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Rabu, 6 Desember 2017. Trump pun mengumumkan rencananya untuk memindahkan Kedutaan Besar AS di sana.

"Hari ini akhirnya kami menyadari hal yang nyata. Bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel. Ini tidak lebih dari sekadar pengakuan akan kenyataan dan tepat dilakukan," kata Trump di Gedung Putih.

 




(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA