Kinerja Ekspor Bakal Topang Pertumbuhan Ekonomi hingga Akhir Tahun

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 15 Sep 2017 14:44 WIB
pertumbuhan ekonomieksporneraca perdagangan indonesia
Kinerja Ekspor Bakal Topang Pertumbuhan Ekonomi hingga Akhir Tahun
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menilai kinerja ekspor-impor yang mencatatkan surplus pada Agustus 2017 akan menopang pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun. Terlebih lagi surplus neraca perdagangan Indonesia sejauh ini lebih baik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Pada periode Januari sampai dengan Agustus 2017, secara keseluruhan surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar USD9,11 miliar. Pencapaian tersebut mengalami kenaikan dari posisi Januari-Agustus 2016 yang tercatat hanya sebesar USD5,13 miliar.

"Sekarang (eskpor-impor) mulai positif, walaupun masih tipis. Kemarin kuartal II lumayan bagus, kita harap kuartal III bagus sehingga kita harap kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi," kata Kepala BPS, Suhariyanto usai konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Jumat 15 September 2017.

Dirinya menambahkan, dalam pertumbuhan ekonomi nasional konsumsi rumah tangga dan investasi masih memberikan porsi terbesar. Porsi konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 55 persen, investasi 32 persen, konsumsi pemerintah sekitar 8,9 persen.

"Jadi dua komponen itu kita jaga. tentunya kalau ekspor lebih tinggi akan lebih bagus, impor agak berkurang. tapi kan kalau dilihat perkembangan cenderung impas-impas ya. tapi kita lihat ke depan trennya akan bagus (kinerja eksim) terhadap pertumbuhan ekonomi," jelas dia.

Lebih lanjut, porsi ekspor-impor terhadap perekonomian biasanya antara 20 hingga 21 persen. Suhariyanto berharap porsi tersebut bisa mengalami peningkatan ke depannya, meskipun paling tidak porsinya terhadap pertumbuhan ekonomi bisa sama seperti biasanya.

"Kalau lihat total surplus kita ini kan jauh lebih besar dibandingkan surplus tahun lalu tadi saya bilang 77 persen ya. Kalau dia surplus, berarti total ekspor lebih tinggi dari total impornya sehingga mudah-mudahan pertumbuhan ekspor tinggi, pertumbuhan lebih landai," pungkasnya.

 


(AHL)