Menko Darmin: Pertumbuhan Ekonomi 5,01% tak Buruk

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 08 Aug 2017 16:15 WIB
ekonomi indonesia
Menko Darmin: Pertumbuhan Ekonomi 5,01% tak Buruk
Ilustrasi. MI/Galih Pradipta.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menko Perekonomian Darmin Nasution menyadari perlambatan atau stagnasi capaian pertumbuhan ekonomi kuartal II yang tercatat hanya sebesar 5,01 persen. Namun, capaian tersebut dianggap masih wajar.

Darmin menjelaskan, jika melihat sumber pertumbuhan kuartal tersebut, kata dia, konsumsi rumah tangga yang menyumbang 2,65 persen, pertumbuhannya sedikit mengalami peningkatan dari 4,94 persen menjadi 4,95 persen, meskipun diakui terjadi perlambatan sebab pada kuartal tersebut ada momentum Lebaran.

"Itu pun sebenarnya masih harus diberi catatan, itu data per akhir Juni pada saat Lebaran. Tahun lalu Juli lebaran," kata Darmin di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa 8 Agustus 2017.

Darmin mengatakan perlambatan tersebut dikarenakan masyarakat memilih untuk menggunakan uang untuk keperluan pulang kampung atau mudik. Mereka ingin menggunakan uang di kampung halaman. Sehingga nantinya, konsumsi tercatat di Juli, atau terjadi perseresan pola konsumsi.

"Ada hal-hal yang membuat orang enggak mau belanja banyak padahal dia mau pulang. Pasti ada yang mau menunjukkan ekonominya di kampung. Itu sangat normal, umumnya begitu," ujar mantan Gubernur Bank Indonesia ini.

Begitu juga konsumsi pemerintah yakni yang digunakan untuk membayar gaji pegawai dan belanja barang. Konsumsi pemerintah pertumbuhannya tecatat masih negatif 1,93 persen.

Namun, Darmin percaya sebenarnya jika faktor tersebut membaik, maka pertumbuhan 5,1 persen akan bisa dicapai. Kendati demikian, Darmin menilai angka 5,01 persen bukan merupakan sesuatu yang buruk.

"Jadi secara keseluruhan ya pertumbuhan ekonomi kita tidak jelek. Walaupun tidak sebagus yang diharapkan.  Ke depan kami harus menaikkan upaya mendorong investasi. Karena yang paling mungkin didorong itu," jelas dia.


(SAW)