Dilema, Orang Kaya Meningkat tapi Pajak Menurun

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 09 Aug 2017 12:06 WIB
kesenjangan sosialpajak
Dilema, Orang Kaya Meningkat tapi Pajak Menurun
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Vitalis Yogi Trisna)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan pemerintah dirundung dilema dalam mengatasi permasalahan ekonomi di Tanah Air.

Misalnya saja mengenai permasalahan kesenjangan dan pajak. Dia bilang kesenjangan antara si kaya dan si miskin, yang mana jumlah pendapatan si kaya meningkat, namun pendapatan pajak dalam negeri tak berjalan lurus.

"Kita tentu dilematik karena walaupun perbedaannya yang kaya dan miskin, pajak selalu kita turunkan," kata JK dalam sambutan di acara Indonesia Development Forum di Westin Hotel, Jakarta Selatan, Rabu 9 Agustus 2017.

Pemerintah seringkali menurunkan tarif pajak untuk menarik investasi masuk ke Indonesia. Sebab, banyak di antara orang kaya yang memilih menghindari pajak ke negara lain. Alhasil, penerimaan pajak Indonesia tak cukup mampu untuk membiayai pembangunan yang merata dan bisa mengatasi ketimpangan.

Padahal, kata mantan Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat era Presiden Megawati ini, di negara lain makin besar pendapatan seseorang, maka makin tinggi pajak yang dikenakan pada orang tersebut.

Contohnya saja di Skandinavia tarif pajaknya bisa mencapai 60 persen. Lalu di Amerika Serikat (AS) mencapai 30 persen, serta di Eropa seperti Jerman dan Prancis mencapai 40 persen.

"Makin kaya (masyarakat) suatu negara pajaknya makin tinggi," jelas dia.

 


(AHL)