Sri Mulyani Sebut Konsumsi Melambat karena Tertekan Inflasi

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 06 Feb 2018 13:19 WIB
inflasisri mulyani
Sri Mulyani Sebut Konsumsi Melambat karena Tertekan Inflasi
Menkeu Sri Mulyani. (FOTO: MI/M Irfan)

Jakarta: Pertumbuhan konsumsi rumah tangga mengalami perlambatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga 2017 sebesar 4,95 persen.

Bila ditelisik, angka ini turun dibanding catatan 2016 di mana konsumsi rumah tangga tumbuh di atas lima persen (5,005 persen). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan melambatnya konsumsi disebabkan karena inflasi.

Tahun lalu, inflasi memang tercatat mengalami peningkatan. Sepanjang 2017, inflasi bergerak pada level 3,61 persen. Sementara 2016, inflasi cenderung rendah yakni berada pada titik 3,02 persen.

"Kalau kita lihat penyebabnya inflasi di 2017 barangkali yang dilihat sebagai salah satu faktor pembelian atau dalam hal ini daya beli masyarakat. Jadi pesan pentingnya sama, menjaga daya beli melalui inflasinyang rendah itu penting," kata Ani di Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Februari 2018.

Ani menuturkan pemerintah juga terus mendorong dan meningkatkan daya beli melalui instrumen fiskal, yakni transfer daerah dan dana desa. Selain itu melalui bantuan sosial seperti peningkatan penerima bantuan program keluarga harapan (PKH) yang tahun ini menjadi 10 juta penerima.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini meyakini dengan memperbesar alokasi tersebut bisa mendorong daya beli masyarakat pada level kelas menengah. Lantas untuk masyarakat menengah ke atas, lanjut Ani, akan sangat dipengaruhi oleh kepercayaan terhadap perekonomian nasional.

"Kalau kita fokus melihat momentumnya bahwa yang terlihat positif di 2017 adalah investasi meningkat lebih tinggi dari 2016 di atas enam persen, ekspor juga stabil tumbuh delapan persen. Kedua kegiatan ini diharapkan akan lebih bagus, apalagi fokus Presiden Jokowi memperbaiki iklim investasi, maka kita harap momentum investasi untuk tumbuh di atas tujuh persen akan menimbulkan kepercayaan tersebut," jelas dia.

 


(AHL)